GPU Lokal China Tantang NVIDIA


Perusahaan teknologi China, Lisuan Tech, resmi memperkenalkan produk GPU generasi terbaru yang mereka klaim mampu menyaingi performa NVIDIA RTX 4060. Produk ini dinamakan Lisuan 7G106 untuk kebutuhan gaming, dan 7G105 untuk AI serta aplikasi profesional. Kedua model GPU tersebut dibangun menggunakan proses fabrikasi 6โ€ฏnm dengan arsitektur in-house bernama TrueGPU.

Dengan pengumuman ini, China semakin menunjukkan keseriusannya dalam membangun kemandirian teknologi chip grafis, menjadikan Lisuan sebagai salah satu pionir dalam industri semikonduktor lokal yang mampu bersaing secara global.


Spesifikasi dan Performa: Setara RTX 4060?

Lisuan 7G106 membawa spesifikasi yang cukup mencengangkan. Beberapa fitur unggulan yang ditawarkan antara lain:

  • Memori GDDR6 12 GB
  • Kekuatan komputasi hingga ~24 TFLOPS (FP32)
  • Kemampuan menjalankan game AAA China hingga >70 FPS pada resolusi 4K
  • Dukungan API populer seperti DirectX 12 dan Vulkan 1.3
  • Teknologi rendering dan memori milik sendiri (NRSS – Nonlinear Rendering and Storage Scheme)

GPU ini diklaim telah mampu menjalankan judul-judul berat seperti Black Myth: Wukong, Naraka: Bladepoint, dan Justice Online Mobile dengan pengaturan maksimal pada frame rate tinggi.

Meski benchmark resmi dari pihak ketiga belum tersedia, klaim internal menunjukkan bahwa 7G106 memiliki performa yang setara atau sedikit di bawah RTX 4060, menjadikannya pesaing langsung dalam kelas mid-range gaming.


Lisuan TrueGPU: Arsitektur Lokal yang Serius

Berbeda dengan banyak GPU China sebelumnya yang masih bergantung pada lisensi atau reverse engineering dari desain Barat, Lisuan Tech mengembangkan TrueGPU secara mandiri. Arsitektur ini dirancang agar efisien untuk game dan aplikasi AI lokal, dengan fokus pada kinerja real-time dan efisiensi daya.

Arsitektur TrueGPU juga menawarkan keunggulan dalam:

  • Optimasi shader lokal untuk judul game buatan China
  • Penghematan bandwidth memori
  • Kompabilitas luas dengan sistem operasi Windows dan Linux

Pihak Lisuan menyatakan bahwa TrueGPU telah melalui pengujian di lebih dari 100 game dan platform pengembangan AI domestik.


Fokus Gaming dan Profesional: 7G106 vs 7G105

Produk GPU ini akan hadir dalam dua varian utama:

  • Lisuan 7G106 โ€“ Ditujukan untuk gamer dan konsumen umum, dengan clock tinggi, sistem pendingin aktif, serta support untuk resolusi 4K dan ray tracing.
  • Lisuan 7G105 โ€“ Difokuskan untuk AI, profesional kreatif, dan pusat data. Menawarkan optimalisasi tensor engine, efisiensi tinggi dalam inference, serta stabilitas jangka panjang.

Varian 7G105 bahkan disebut-sebut telah digunakan secara terbatas dalam proyek-proyek AI nasional, termasuk untuk pelatihan model bahasa dan pengolahan gambar medis.


Diproduksi di Taiwan: Kolaborasi dengan TSMC

Lisuan memilih TSMC (Taiwan Semiconductor Manufacturing Company) sebagai mitra produksi. Meski geopolitik antara China dan Taiwan tergolong sensitif, kolaborasi ini menunjukkan bahwa kebutuhan teknis masih mengutamakan kualitas dan efisiensi.

GPU Lisuan diproduksi menggunakan proses 6 nm TSMC, yang menjanjikan efisiensi tinggi serta konsistensi dalam manufaktur massal. Produksi massal dijadwalkan mulai September 2025, dengan peluncuran komersial menyusul akhir tahun.


Ekosistem Domestik dan Strategi Nasional

Proyek GPU ini bukan sekadar ambisi bisnis. Lisuan Tech mendapat dukungan dari program pemerintah Tiongkok yang bertujuan membangun ekosistem chip lokal, mengurangi ketergantungan pada teknologi Barat, terutama di tengah sanksi teknologi dan perang dagang.

Dengan kehadiran 7G106 dan 7G105, China mulai menunjukkan kesiapan tidak hanya dalam membuat chip sendiri, tetapi juga dalam:

  • Mendesain arsitektur grafis kompetitif
  • Menyediakan dukungan software & driver
  • Mengoptimalkan game dan aplikasi lokal untuk platform buatan sendiri

Tantangan: Software, Driver, dan Kompatibilitas

Meski hardware-nya menjanjikan, Lisuan tetap menghadapi tantangan besar dalam hal kompatibilitas software. Driver GPU masih menjadi titik lemah produk-produk lokal, terutama untuk game dan software internasional yang dikembangkan dengan NVIDIA dan AMD sebagai acuan utama.

Namun, Lisuan mengklaim bahwa mereka telah mengembangkan driver API yang mendekati kompatibilitas penuh dengan DirectX dan Vulkan, serta bekerja sama dengan pengembang game lokal untuk dukungan optimasi awal.


Potensi Global: Apakah Lisuan Bisa Bersaing?

Jika klaim performa Lisuan 7G106 terbukti akurat, maka ini bisa menjadi langkah besar bagi China untuk memasuki pasar GPU global. Dengan harga yang kompetitif dan ekosistem lokal yang mendukung, produk ini bisa menjadi alternatif bagi pasar negara berkembang yang mencari performa tinggi dengan harga lebih terjangkau.

Beberapa analis memperkirakan bahwa Lisuan juga bisa menjadi pemain kunci dalam sektor GPU untuk AI, mengingat kebutuhan global akan chip inference dan training yang terus meningkat.


Penutup: Awal Baru GPU Buatan China?

Lisuan 7G106 bukan sekadar produk, melainkan simbol dari ambisi besar Tiongkok dalam menguasai teknologi strategis, khususnya di bidang grafis dan AI. Dengan dukungan pemerintah, produksi TSMC, dan desain in-house yang solid, GPU ini menjadi bukti bahwa dominasi NVIDIA dan AMD mulai mendapat pesaing serius dari Timur.

Apakah Lisuan benar-benar bisa menantang dominasi Barat dalam dunia GPU? Jawabannya akan terlihat ketika produk ini resmi dirilis dan diuji langsung oleh para pengguna global. Namun satu hal pasti: pertarungan teknologi kini memasuki babak baru.


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *