Iklan Online Jadi Ancaman Spyware

Iklan online selama ini dikenal sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari di internet. Pengguna dapat menjumpainya ketika membaca berita, membuka situs web, menggunakan aplikasi, hingga menonton konten digital. Namun, di balik iklan yang terlihat biasa, terdapat potensi ancaman keamanan yang tidak selalu disadari.

Penelitian terbaru dari Citizen Lab, kelompok riset keamanan digital di University of Toronto, mengungkap bagaimana sistem periklanan digital dapat disalahgunakan untuk mengirimkan spyware ke perangkat sasaran tanpa mengharuskan korban mengeklik iklan. Teknik tersebut dikenal sebagai zero-click attack dan dijuluki AdFection dalam laporan penelitian yang dipublikasikan pada 15 Oktober 2026.

Laporan itu mendokumentasikan kampanye yang dikaitkan dengan perusahaan periklanan Discover-Tech dan spyware buatan Candiru. Peneliti menemukan bukti bahwa sedikitnya 45 perangkat milik jurnalis di jaringan media Al Jazeera telah terinfeksi pada periode 2024–2025.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa ancaman siber tidak selalu dimulai dari tautan mencurigakan atau lampiran pesan. Dalam kondisi tertentu, sistem iklan yang dimuat ketika pengguna membuka situs atau aplikasi pun dapat menjadi jalur serangan. Laporan Citizen Lab menjelaskan bagaimana infrastruktur periklanan dapat dimanfaatkan untuk mendistribusikan perangkat lunak pengintai.

Mengenal Modus Serangan Zero-Click

Pada serangan siber konvensional, korban biasanya perlu melakukan tindakan tertentu, seperti mengeklik tautan, mengunduh berkas, atau memasang aplikasi berbahaya. Serangan zero-click berbeda karena eksploitasi dapat berlangsung tanpa tindakan langsung dari pengguna.

Dalam kasus yang diteliti Citizen Lab, iklan yang ditayangkan melalui sistem periklanan digital diduga menjadi sarana untuk mengirimkan eksploitasi ke perangkat sasaran. Jika perangkat memiliki kerentanan yang dapat dimanfaatkan, kode berbahaya berpotensi menjalankan serangan tanpa memerlukan klik.

Proses tersebut dapat berlangsung ketika iklan dimuat di halaman web atau aplikasi. Karena itu, pengguna mungkin tidak menyadari adanya sesuatu yang tidak biasa pada layar mereka.

Meski demikian, bukan berarti setiap iklan yang tampil otomatis berbahaya. Serangan semacam ini membutuhkan infrastruktur dan teknik tertentu, termasuk eksploitasi yang sesuai dengan perangkat sasaran. Risiko juga bergantung pada kerentanan perangkat lunak dan karakteristik kampanye yang dijalankan pelaku.

Istilah zero-click menjelaskan tidak adanya interaksi yang diperlukan dari korban dalam proses serangan, bukan berarti seluruh perangkat yang menampilkan iklan pasti terinfeksi.

Jaringan Periklanan Bisa Disalahgunakan

Ekosistem periklanan digital melibatkan banyak pihak, mulai dari pengiklan, penyedia teknologi iklan, bursa iklan, hingga penerbit situs web dan pengembang aplikasi. Sistem ini memungkinkan iklan ditampilkan kepada kelompok pengguna tertentu berdasarkan berbagai sinyal dan parameter penayangan.

Kemampuan penargetan tersebut bermanfaat bagi pemasaran, tetapi dapat disalahgunakan ketika pihak yang memiliki akses ke infrastruktur periklanan menggunakannya untuk tujuan pengawasan atau serangan siber.

Dalam laporan AdFection, Citizen Lab menguraikan peran Discover-Tech sebagai bagian dari mekanisme distribusi iklan yang diduga menghubungkan sistem periklanan dengan penyedia spyware. Peneliti juga menemukan bahwa iklan terkait muncul di berbagai situs dan aplikasi.

Jangkauan yang luas membuat penyalahgunaan infrastruktur iklan menjadi perhatian serius. Namun, kemunculan iklan pada sebuah jaringan atau perangkat tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa perangkat tersebut berhasil diretas.

Pembedaan ini penting agar masyarakat tidak salah memahami skala ancaman. Peneliti mengidentifikasi perangkat yang terinfeksi dalam kasus tertentu, sementara paparan iklan pada jaringan lain tidak selalu berarti terjadi kompromi keamanan.

Apa yang Bisa Dilakukan Spyware?

Spyware merupakan perangkat lunak yang dirancang untuk mengumpulkan informasi dari perangkat atau memantau aktivitas pengguna tanpa persetujuan yang semestinya. Kemampuannya bergantung pada jenis spyware, izin yang dimiliki, serta tingkat akses yang berhasil diperoleh penyerang.

Dalam serangan yang canggih, spyware berpotensi mengakses informasi sensitif, termasuk komunikasi, berkas, dan data aktivitas perangkat. Kemampuan tertentu bahkan dapat memungkinkan pemantauan lebih jauh terhadap aktivitas korban.

Risikonya tidak hanya berkaitan dengan pencurian informasi pribadi. Bagi jurnalis, aktivis, pejabat, atau individu yang menangani informasi strategis, pengawasan digital dapat mengancam kerahasiaan sumber, komunikasi profesional, dan keselamatan pihak lain.

Namun, tidak semua malware memiliki kemampuan yang sama. Pengguna tidak seharusnya langsung menyimpulkan bahwa perangkat telah mengalami penyadapan hanya karena menerima iklan yang tidak dikenal atau mengalami gangguan kinerja.

Kasus AdFection menyoroti risiko spyware komersial yang canggih, bukan gambaran bahwa seluruh iklan internet memiliki kemampuan serupa.

Mengapa Perangkat yang Diperbarui Tetap Penting?

Salah satu langkah dasar untuk mengurangi risiko serangan zero-click adalah memasang pembaruan sistem operasi, peramban, dan aplikasi secara rutin. Pembaruan keamanan dapat menutup kerentanan yang sebelumnya berpotensi dimanfaatkan penyerang.

Perangkat yang menjalankan perangkat lunak usang dapat memiliki celah keamanan yang sudah diketahui dan mungkin telah diperbaiki oleh pengembang. Menunda pembaruan memperpanjang waktu perangkat berada dalam kondisi rentan.

Pengguna juga perlu memastikan aplikasi berasal dari sumber tepercaya dan menghapus aplikasi atau ekstensi yang tidak lagi diperlukan. Perlindungan bawaan sistem operasi serta fitur keamanan peramban sebaiknya tetap diaktifkan.

Badan keamanan siber Amerika Serikat, Cybersecurity and Infrastructure Security Agency (CISA), sebelumnya juga memperingatkan tentang malvertising, yakni penyalahgunaan iklan digital untuk menyebarkan malware. Panduan CISA menekankan pentingnya pengamanan peramban dan penerapan pembaruan untuk mengurangi risiko serangan melalui iklan berbahaya.

Panduan tersebut dapat dibaca melalui dokumen CISA tentang pengamanan peramban dan malvertising.

Langkah Melindungi Privasi Digital

Menghindari klik pada iklan mencurigakan tetap merupakan kebiasaan yang baik, tetapi tidak cukup untuk menghadapi seluruh jenis serangan. Pengguna perlu menerapkan perlindungan berlapis agar risiko dapat ditekan.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

1. Perbarui sistem operasi dan aplikasi. Pasang pembaruan keamanan sesegera mungkin, terutama untuk perangkat yang digunakan mengakses akun penting atau menyimpan informasi sensitif.

2. Gunakan peramban yang masih didukung. Pastikan peramban memperoleh pembaruan rutin dan fitur perlindungan terhadap situs berbahaya tetap aktif.

3. Pertimbangkan pemblokir iklan tepercaya. Pemblokir iklan dapat mengurangi paparan terhadap iklan tertentu yang berisiko. Namun, alat ini bukan jaminan mutlak terhadap serangan zero-click.

4. Batasi pelacakan iklan. Tinjau pengaturan privasi pada perangkat dan aplikasi. Jika tersedia, batasi personalisasi iklan dan penggunaan pengenal iklan untuk mengurangi sebagian risiko pelacakan.

5. Waspadai perubahan yang tidak biasa. Pengalihan halaman, munculnya aplikasi asing, atau perubahan pengaturan tanpa izin patut diperiksa. Gejala tersebut tidak otomatis membuktikan adanya spyware, tetapi dapat menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan keamanan.

6. Cari bantuan profesional jika ada indikasi kuat. Individu yang berisiko tinggi menjadi sasaran pengawasan sebaiknya meminta bantuan ahli keamanan digital. Pemeriksaan profesional dapat diperlukan karena spyware canggih tidak selalu mudah dideteksi melalui pemindaian biasa.

Bagi organisasi, perlindungan juga perlu mencakup pengelolaan perangkat, pembatasan hak akses, pemantauan keamanan jaringan, serta prosedur penanganan insiden yang jelas.

Industri Iklan Dituntut Memperkuat Pengawasan

Temuan AdFection menempatkan keamanan iklan digital sebagai persoalan yang melibatkan lebih dari sekadar perilaku pengguna. Penyedia teknologi iklan, jaringan distribusi, penerbit, pengembang aplikasi, dan regulator memiliki peran dalam mencegah infrastruktur mereka disalahgunakan.

Pemeriksaan pengiklan dan mitra teknologi, pemantauan aktivitas mencurigakan, serta mekanisme pelaporan yang efektif dapat membantu mengurangi peluang penyalahgunaan. Transparansi mengenai rantai distribusi iklan juga penting untuk mendukung investigasi ketika terjadi insiden.

Menurut laporan yang dipublikasikan Citizen Lab, sejumlah perusahaan teknologi dan periklanan mengambil tindakan terhadap akses Discover-Tech setelah temuan tersebut terungkap. Meski demikian, penanganan satu kasus tidak serta-merta menghilangkan risiko penyalahgunaan pada seluruh ekosistem periklanan.

Tantangan berikutnya adalah membangun mekanisme pengawasan yang mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus melindungi privasi pengguna. Upaya tersebut membutuhkan kerja sama lintas perusahaan, peneliti, dan regulator.

Kesimpulan

Iklan online yang tidak diklik ternyata dapat menjadi jalur masuk spyware dalam serangan tertentu. Temuan AdFection memperlihatkan bagaimana infrastruktur periklanan digital dapat dimanfaatkan untuk mengirimkan eksploitasi ke perangkat sasaran tanpa interaksi langsung dari korban.

Meski ancaman ini nyata, masyarakat tidak perlu menganggap setiap iklan sebagai sumber infeksi. Risiko dapat dikurangi dengan memperbarui perangkat lunak, mengaktifkan perlindungan keamanan, membatasi pelacakan, dan menggunakan alat pemblokir iklan yang tepercaya.

Pada saat yang sama, penyedia teknologi periklanan perlu memperketat pengawasan terhadap mitra dan distribusi iklan. Di tengah semakin rumitnya serangan digital, keamanan internet bukan hanya tanggung jawab pengguna, melainkan juga seluruh pihak yang membangun dan mengelola ekosistemnya.