Daftar Isi
Menurutnya, Indonesia memiliki sejumlah keunggulan kompetitif yang membuat negeri ini berpotensi memainkan peran strategis dalam industri AI. Mulai dari ketersediaan sumber daya energi, wilayah yang luas, hingga kecepatan adopsi digital yang terus meningkat.
Indonesia dalam Peta Energi AI Dunia
Beberapa tahun terakhir, permintaan energi untuk kebutuhan AI meningkat tajam. Model AI generatif, pusat data besar (hyperscale data center), dan infrastruktur cloud membutuhkan pasokan listrik yang stabil, terjangkau, dan berkelanjutan.
Negara-negara seperti Singapura, Korea Selatan, dan Jepang kini menghadapi tantangan kapasitas lahan dan keterbatasan energi. Situasi ini membuka peluang besar bagi Indonesia sebagai negara dengan cadangan energi melimpah dan ruang ekspansi yang luas.
Hashim menekankan bahwa letak geografis Indonesia yang strategis — berada di jalur ekonomi utama Asia — membuatnya menjadi kandidat kuat untuk menarik investasi pusat data global dan perusahaan teknologi kelas dunia.
Sumber Energi Melimpah, Keunggulan yang Jarang Dimiliki
Salah satu poin penting yang disoroti Hashim adalah potensi energi Indonesia yang sangat besar. Industri AI modern membutuhkan pasokan energi berkelanjutan dalam jumlah masif, terutama dari sumber energi hijau.
Indonesia memiliki sejumlah keunggulan:
1. Potensi Energi Terbarukan Sangat Besar
Mulai dari geothermal, hidro, angin, hingga tenaga surya, Indonesia termasuk negara dengan cadangan energi terbarukan terbesar di dunia. Ini menjadi daya tarik kuat bagi perusahaan global yang ingin membangun pusat data rendah emisi.
2. Infrastruktur Energi Sedang Dibangun
Pemerintah tengah mempercepat pembangunan pembangkit dan transmisi untuk mendukung transformasi digital. Dengan modernisasi sistem, Indonesia berpeluang menawarkan energi yang stabil dan kompetitif.
3. Lahan Luas untuk Pengembangan Pusat Data
Dibanding negara tetangga yang kekurangan lahan, Indonesia memiliki banyak lokasi potensial untuk membangun hyperscale data center.
Hashim menyebut bahwa kombinasi ketiga faktor ini memberikan Indonesia nilai tambah yang tidak dimiliki negara lain di Asia Tenggara.
Akselerasi Transformasi Digital Indonesia
Di sisi lain, percepatan transformasi digital nasional juga memberi dampak besar terhadap peluang menjadi pusat energi AI regional. Indonesia kini berada dalam fase pertumbuhan digital yang agresif, didorong oleh:
- penetrasi internet yang terus meningkat,
- adopsi teknologi cloud,
- pertumbuhan startup dan ekosistem digital,
- serta dukungan kebijakan pemerintah.
Hashim menilai ekosistem digital yang berkembang ini membuat Indonesia semakin siap menjadi hub teknologi kawasan.
Data center raksasa dari berbagai negara mulai melirik Indonesia, memanfaatkan pasar besar sekaligus memposisikan negeri ini sebagai lokasi ideal bagi infrastruktur AI global.
Faktor Geopolitik dan Ekonomi yang Menguntungkan
Selain faktor teknis, ada juga pertimbangan geopolitik dan ekonomi. Banyak perusahaan memilih lokasi pusat data berdasarkan stabilitas politik, ketersediaan tenaga kerja, serta insentif investasi.
Indonesia dianggap memiliki:
- pertumbuhan ekonomi stabil,
- posisi strategis di antara jalur perdagangan dunia,
- pasar tenaga kerja besar,
- dan kemauan politik untuk mendorong ekonomi digital.
Untuk perusahaan global, ini menjadi kombinasi yang menarik dan bernilai jangka panjang.
Tantangan yang Harus Diatasi
Meski peluangnya besar, Hashim menekankan bahwa ada sejumlah tantangan yang harus dipenuhi agar Indonesia benar-benar dapat menjadi pusat energi AI Asia Tenggara.
Beberapa tantangan tersebut antara lain:
1. Ketersediaan Energi yang Stabil dan Kompetitif
Industri AI membutuhkan suplai energi 24/7 tanpa gangguan. Sistem transmisi dan distribusi listrik harus terus diperbarui.
2. Regulasi dan Perizinan yang Lebih Ramah Investasi
Investor asing biasanya mempertimbangkan proses perizinan, pajak, dan birokrasi. Semakin mudah, semakin menarik.
3. SDM Teknis yang Memadai
Industri pusat data dan AI membutuhkan tenaga ahli yang terampil, mulai dari teknisi energi hingga insinyur perangkat lunak.
4. Infrastruktur Digital yang Merata
Tidak hanya di kota besar, tetapi juga di wilayah pinggiran yang berpotensi menjadi lokasi pusat data.
Hashim menilai jika tantangan ini dapat diatasi, maka Indonesia akan berada di posisi unggul dalam beberapa tahun ke depan.
AI sebagai Motor Ekonomi Baru
AI bukan sekadar tren teknologi, tetapi juga motor ekonomi baru. Negara yang berhasil menguasai infrastruktur AI akan mendapatkan keuntungan besar dalam kompetisi global.
Indonesia berpeluang menikmati manfaat besar seperti:
- penciptaan lapangan kerja baru,
- peningkatan investasi teknologi,
- percepatan digitalisasi industri,
- efisiensi energi dan logistik,
- serta memperkuat posisi sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara.
Hashim menilai bahwa menjadi pusat energi AI bukan hanya soal teknologi, tetapi juga strategi ekonomi jangka panjang.
Peluang Menjadi Pemimpin Kawasan
Dengan potensi besar dan langkah-langkah strategis yang mulai diambil, Indonesia memiliki kesempatan untuk menjadi pemimpin kawasan dalam industri AI. Negara tetangga seperti Singapura mungkin unggul dalam infrastruktur digital, tetapi keterbatasan ruang dan energi membuat mereka tidak dapat berkembang tanpa mitra regional.
Indonesia bisa menjadi mitra utama itu — sekaligus mengokohkan wibawanya di Asia Tenggara.
Penutup
Hashim menegaskan bahwa peluang Indonesia menjadi pusat energi AI di Asia Tenggara sangat terbuka lebar. Kombinasi sumber daya energi besar, lokasi strategis, ekosistem digital yang berkembang, dan kebutuhan global akan infrastruktur AI menjadikan posisi Indonesia semakin menarik.
Yang dibutuhkan kini adalah konsistensi kebijakan, percepatan pembangunan energi, dan kesiapan SDM agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna AI, tetapi juga pemain utama dalam ekosistem energi dan teknologi kawasan.
