Garena Siapkan Horor Tomb Busters

Garena memperluas portofolio game dengan menghadirkan Tomb Busters, permainan horor kooperatif yang menggabungkan eksplorasi, perburuan harta karun, dan upaya bertahan hidup dari serangan monster. Dikembangkan oleh Giant Network, game ini akan diterbitkan Garena untuk pasar Asia Tenggara dan Amerika Latin, termasuk Indonesia.

Pengumuman tersebut disampaikan Garena pada 5 November 2026. Tomb Busters menawarkan pengalaman bermain yang tidak hanya mengandalkan suasana menyeramkan, tetapi juga kerja sama antarpemain dalam menghadapi berbagai ancaman supernatural.

Salah satu daya tarik utamanya adalah kehadiran monster yang terinspirasi dari cerita rakyat sejumlah negara. Pemain Indonesia, misalnya, akan berhadapan dengan Pocong, sosok hantu yang sudah lama dikenal dalam kisah horor Nusantara.

Garena juga menjadwalkan tahap Closed Beta Test (CBT) pada 12–26 November 2026. Indonesia menjadi salah satu negara yang memperoleh kesempatan untuk mencoba game tersebut lebih awal melalui perangkat Android.

Berburu Relik di Tengah Ancaman Monster

Tomb Busters mengusung genre horor kooperatif dengan mekanisme Player versus Environment (PvE). Dalam permainan ini, pemain diajak menjelajahi lokasi misterius untuk menemukan dan mengumpulkan relik berharga.

Namun, ekspedisi tersebut bukan perjalanan berburu harta yang mudah. Berbagai monster mengintai di area permainan dan dapat muncul ketika pemain sedang menjalankan misi. Karena itu, setiap keputusan memiliki konsekuensi terhadap keselamatan karakter dan keberhasilan tim.

Pemain harus mempertimbangkan kapan perlu melanjutkan pencarian relik dan kapan harus segera meninggalkan lokasi. Semakin lama bertahan untuk mengumpulkan harta, semakin besar pula risiko berhadapan dengan ancaman yang mengintai.

Konsep tersebut memberikan tantangan tersendiri. Pemain tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan menghadapi monster, tetapi juga perlu membaca situasi dan menentukan strategi yang tepat.

Tomb Busters dapat dimainkan secara solo maupun bersama tim hingga empat orang. Dalam mode kooperatif, anggota tim perlu saling membantu, berbagi informasi, dan mengatur langkah agar seluruh anggota memiliki peluang lebih besar untuk menyelesaikan ekspedisi.

Pocong Jadi Monster dari Indonesia

Salah satu aspek yang membuat Tomb Busters menarik bagi pemain Asia Tenggara adalah penggunaan makhluk supernatural yang terinspirasi dari cerita rakyat regional.

Garena menghadirkan sejumlah monster dengan latar budaya berbeda. Pocong menjadi salah satu karakter yang mewakili Indonesia. Sosok tersebut dikenal melalui penampilannya yang terbungkus kain kafan dan kerap muncul dalam cerita horor masyarakat.

Selain Pocong, terdapat Nàng Bạch Liên dari Vietnam. Makhluk ini digambarkan sebagai roh pengembara dengan lantunan nina bobo yang terdengar menyeramkan di sekitar reruntuhan kuno.

Thailand juga mendapat representasi melalui Nang Tani dan Phi Nang Ram. Sementara itu, La Llorona dari cerita rakyat Amerika Latin serta El Silbón dari Venezuela turut melengkapi daftar makhluk yang diperkenalkan.

Kehadiran karakter-karakter tersebut memperlihatkan pendekatan horor lintas budaya yang diusung Tomb Busters. Pemain tidak hanya menemukan monster dengan desain menyeramkan, tetapi juga berhadapan dengan sosok yang memiliki akar cerita dalam tradisi masyarakat tertentu.

Bagi pemain Indonesia, kehadiran Pocong menjadi elemen yang terasa dekat dengan cerita horor lokal. Representasi tersebut sekaligus memberikan kesempatan bagi legenda Nusantara untuk tampil dalam permainan yang menyasar pasar internasional.

Komunikasi Tim Jadi Kunci Bertahan

Sebagai game horor kooperatif, Tomb Busters menempatkan komunikasi sebagai bagian penting dari pengalaman bermain. Pemain dapat membentuk kelompok hingga empat orang untuk menjalankan ekspedisi dan menghadapi berbagai ancaman.

Salah satu fitur yang mendukung pengalaman tersebut adalah proximity voice chat. Fitur ini memungkinkan komunikasi suara berdasarkan jarak antarpemain di dalam permainan.

Mekanisme tersebut dapat menambah ketegangan ketika anggota tim berpencar untuk mencari relik. Pemain perlu memperhatikan posisi rekan, menyampaikan informasi tentang ancaman, serta menentukan langkah ketika monster mulai mendekat.

Kerja sama juga dibutuhkan ketika tim harus memutuskan apakah akan mengambil risiko untuk memperoleh lebih banyak harta atau segera mencari jalan keluar. Keputusan yang terlambat dapat membuat ekspedisi berubah menjadi situasi berbahaya.

Dengan kombinasi eksplorasi, komunikasi suara, dan ancaman monster, Tomb Busters mencoba menghadirkan pengalaman bermain yang mengandalkan interaksi sosial, bukan sekadar pertarungan melawan musuh.

Ada Dreamspace dan Monster Farm

Meski membawa tema horor, Tomb Busters tidak selalu menempatkan pemain dalam situasi menegangkan. Game ini juga menyediakan sejumlah aktivitas yang memberikan suasana lebih santai setelah menyelesaikan ekspedisi.

Salah satunya adalah Dreamspace, area khusus yang dapat digunakan pemain untuk mendekorasi ruangan, memajang relik hasil perburuan, dan berkumpul bersama teman.

Fitur tersebut memberikan ruang bagi pemain untuk menunjukkan koleksi yang berhasil dikumpulkan selama menjelajahi lokasi misterius. Dreamspace juga menjadi bagian sosial yang membuat interaksi antarpemain tidak terbatas pada kegiatan berburu harta.

Selain itu, terdapat Monster Farm, tempat pemain dapat berinteraksi dengan monster yang berhasil ditangkap. Makhluk-makhluk tersebut dapat menjadi bagian dari aktivitas santai, termasuk membantu pekerjaan sederhana seperti merawat tanaman.

Tomb Busters juga menyediakan aktivitas memancing. Kehadiran fitur-fitur ini memberikan variasi permainan agar pemain tidak terus-menerus berada dalam suasana horor.

Kombinasi ekspedisi berbahaya dan aktivitas santai menjadi salah satu pendekatan yang membedakan Tomb Busters dari game horor yang hanya berfokus pada upaya bertahan hidup.

Jadwal CBT Tomb Busters November 2026

Garena mengumumkan periode Closed Beta Test Tomb Busters akan berlangsung pada 12 hingga 26 November 2026. Pengujian awal tersebut ditujukan bagi pemain di Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Meksiko.

Pada tahap CBT ini, akses permainan tersedia melalui perangkat Android. Artinya, pemain yang ingin mencoba game lebih awal perlu memperhatikan informasi resmi mengenai pendaftaran, persyaratan, dan ketersediaan akses di wilayah masing-masing.

Sementara itu, Garena merencanakan ketersediaan Tomb Busters untuk beberapa platform, yakni Android, iOS, dan Google Play Games di PC.

Game ini juga dirancang mendukung fitur cross-play dan cross-progression. Cross-play memungkinkan pemain dari platform berbeda untuk bermain bersama, sedangkan cross-progression memungkinkan perkembangan permainan dilanjutkan pada perangkat lain yang didukung.

Dukungan tersebut berpotensi memberikan fleksibilitas bagi pemain yang ingin berganti perangkat tanpa harus memulai petualangan dari awal. Meski demikian, pemain tetap perlu menunggu informasi resmi mengenai implementasi fitur dan jadwal peluncuran penuh di setiap wilayah.

Peluang Baru Game Horor Multiplayer

Kehadiran Tomb Busters menambah pilihan bagi penggemar game horor yang ingin menikmati pengalaman bermain bersama teman. Perpaduan eksplorasi, perburuan relik, dan ancaman monster memberikan tantangan yang berbeda dibandingkan permainan horor yang hanya mengandalkan elemen kejutan.

Penggunaan monster dari cerita rakyat Asia Tenggara dan Amerika Latin juga menjadi daya tarik tersendiri. Karakter seperti Pocong, Nàng Bạch Liên, Nang Tani, hingga La Llorona menghadirkan identitas budaya yang beragam dalam satu permainan.

Bagi pemain Indonesia, kesempatan menjajal CBT pada 12 November 2026 menjadi momen untuk melihat bagaimana sosok Pocong dan elemen horor lokal diterjemahkan ke dalam gameplay modern.

Meski begitu, pemain perlu membedakan jadwal pengujian dengan tanggal peluncuran resmi. CBT merupakan tahap uji coba terbatas, sehingga belum bisa dianggap sebagai jadwal rilis final.

Dengan dukungan permainan lintas platform dan berbagai aktivitas di luar ekspedisi, Tomb Busters berpotensi menarik perhatian komunitas game multiplayer. Tantangan utamanya tetap sama: menemukan relik sebanyak mungkin tanpa membiarkan monster menghalangi jalan pulang.