Character AI Terancam Tutup, Disney Ajukan Tawaran

Perusahaan chatbot kecerdasan buatan Character.AI menghadapi titik penting dalam perjalanan bisnisnya. Perusahaan tersebut mengajukan perlindungan kebangkrutan Chapter 11 di Amerika Serikat pada Oktober 2026 dan memulai proses penjualan aset melalui pengawasan pengadilan. Disney muncul sebagai penawar awal dengan nilai US$20 juta untuk memperoleh lisensi atas sebagian kekayaan intelektual Character.AI.

Keputusan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai masa depan platform yang selama ini memungkinkan pengguna berbincang dan bermain peran dengan karakter virtual berbasis AI. Character.AI menyatakan layanan masih beroperasi selama proses penjualan berlangsung. Namun, perusahaan juga memperingatkan bahwa platform dapat dihentikan jika tidak ada tawaran yang memungkinkan operasional berlanjut. <Cite refs={[“turn818229search0″,”turn818229news4”]}/>

Langkah ini bukan berarti Disney sudah membeli seluruh perusahaan atau mengambil alih platform secara penuh. Tawaran yang diumumkan mencakup lisensi permanen non-eksklusif atas kekayaan intelektual tertentu. Proses penjualan masih terbuka bagi penawar lain yang mengajukan tawaran lebih tinggi atau lebih menguntungkan.

Disney Tawarkan US$20 Juta

Dalam proses kebangkrutan tersebut, Disney bertindak sebagai stalking horse bidder, yakni penawar awal yang menjadi acuan dalam proses penjualan aset. Perusahaan hiburan itu menawarkan US$20 juta untuk lisensi permanen non-eksklusif atas sebagian kekayaan intelektual Character.AI.

Status penawar awal tidak otomatis menjadikan Disney sebagai pemilik akhir aset tersebut. Pihak lain masih dapat mengajukan penawaran yang lebih baik sesuai mekanisme penjualan di bawah pengawasan pengadilan.

Menurut laporan Reuters pada 13 Oktober 2026, Character.AI berharap proses penjualan seluruh asetnya dapat diselesaikan pada akhir November atau awal Desember 2026. Hasilnya akan menentukan apakah bisnis dan platform tersebut dapat diteruskan oleh pembeli baru. <Cite refs={[“turn818229news4″,”turn818229search2”]}/>

Tawaran Disney menarik perhatian karena perusahaan itu sebelumnya pernah mempermasalahkan penggunaan karakter berhak cipta pada platform Character.AI. Pada September 2025, Disney mengirimkan surat penghentian kepada perusahaan tersebut terkait penggunaan karakter miliknya tanpa izin. Character.AI kemudian menghapus karakter Disney dari platformnya.

Situasi kini memperlihatkan perubahan hubungan kedua perusahaan. Disney berpotensi memperoleh akses terhadap teknologi chatbot Character.AI melalui lisensi, meskipun rincian lengkap aset yang akan digunakan belum dipaparkan secara terbuka. <Cite refs={[“turn818229search1″,”turn818229search3”]}/>

Mengapa Character.AI Mengalami Kesulitan?

Character.AI dikenal sebagai platform yang memungkinkan pengguna membuat chatbot dengan kepribadian, latar cerita, dan gaya percakapan tertentu. Pengguna dapat berinteraksi dengan karakter untuk hiburan, bermain peran, menulis cerita, atau melakukan percakapan santai.

Popularitas layanan tersebut tidak serta-merta menghasilkan bisnis yang menguntungkan. Pengoperasian chatbot AI membutuhkan sumber daya komputasi besar, termasuk kapasitas server dan pemrosesan model. Biaya tersebut terus berjalan ketika pengguna mengirim pesan dan menerima jawaban.

Reuters melaporkan bahwa Character.AI memiliki sekitar 12 juta pengguna aktif, tetapi masih mengalami kerugian operasional sekitar US$8 juta hingga US$9 juta per bulan. Beban biaya komputasi dan kebutuhan mempertahankan tenaga ahli AI menjadi salah satu tantangan bisnisnya. <Cite refs={[“turn818229news4″,”turn818229news5”]}/>

Kondisi tersebut menggambarkan tantangan yang dihadapi perusahaan AI konsumen. Jumlah pengguna yang tinggi belum tentu menghasilkan pendapatan yang cukup untuk menutup biaya infrastruktur, pengembangan teknologi, keselamatan pengguna, dan kewajiban hukum.

Melalui proses Chapter 11, Character.AI berupaya menjual asetnya dengan pengawasan pengadilan untuk mencari solusi bagi para pemangku kepentingan. Proses ini membuka peluang restrukturisasi, tetapi kelanjutan layanan tetap bergantung pada hasil penjualan dan kemampuan calon pembeli mendukung operasionalnya.

Gugatan Keselamatan Pengguna Ikut Membayangi

Selain persoalan keuangan, Character.AI menghadapi tekanan hukum terkait keselamatan pengguna, khususnya anak dan remaja. Sejumlah keluarga mengajukan gugatan yang mengaitkan interaksi dengan chatbot platform tersebut dengan kasus menyakiti diri sendiri dan bunuh diri.

Reuters melaporkan bahwa perusahaan menghadapi tuntutan dari sejumlah pihak, termasuk otoritas di beberapa negara bagian Amerika Serikat. Kentucky menuduh chatbot platform mendorong perilaku menyakiti diri sendiri, sedangkan Pennsylvania mengajukan persoalan terkait chatbot yang diduga menyamar sebagai tenaga medis berlisensi.

Tuduhan tersebut merupakan bagian dari proses hukum dan tidak boleh dianggap sebagai putusan final yang membuktikan seluruh klaim. Namun, kasus-kasus itu memperlihatkan meningkatnya perhatian regulator terhadap risiko chatbot yang dirancang untuk memberikan pengalaman percakapan personal. <Cite refs={[“turn818229news4″,”turn818229news6”]}/>

Bagi layanan yang banyak digunakan anak muda, desain interaksi dan perlindungan pengguna menjadi persoalan penting. Chatbot yang mampu merespons secara emosional dapat membuat percakapan terasa dekat dan personal, sehingga perusahaan perlu memastikan sistem tidak memperkuat perilaku berbahaya atau memberikan informasi yang menyesatkan.

Tekanan hukum tersebut juga dapat memengaruhi minat calon pembeli. Pihak yang ingin mengambil alih teknologi bukan hanya perlu menilai potensi bisnisnya, tetapi juga risiko hukum, biaya kepatuhan, dan kebutuhan untuk memperkuat mekanisme keselamatan.

Bagaimana Nasib Pengguna dan Riwayat Chat?

Perubahan kepemilikan atau penutupan layanan dapat menimbulkan kekhawatiran mengenai akun, langganan, serta percakapan yang tersimpan di platform. Character.AI menyatakan bahwa layanan tetap berjalan selama proses penjualan dan informasi pengguna masih ditangani berdasarkan kebijakan privasi yang berlaku.

Dalam pembaruan resminya pada 12 Oktober 2026, perusahaan mengatakan pengguna masih dapat mengakses layanan. Langganan berbayar juga tetap aktif dengan penagihan yang berjalan seperti biasa untuk sementara. Jika ada perubahan yang memengaruhi fitur berbayar, perusahaan menyatakan akan memberi pemberitahuan terlebih dahulu. <Cite refs={[“turn818229search0”]}/>

Meski demikian, persoalan data menjadi semakin penting ketika aset perusahaan dijual dalam proses kebangkrutan. The Verge melaporkan bahwa sejumlah jaksa agung negara bagian Amerika Serikat mengangkat kekhawatiran mengenai perlindungan data pengguna, termasuk percakapan sensitif dan interaksi yang melibatkan anak di bawah umur. <Cite refs={[“turn818229news7”]}/>

Karena itu, pengguna sebaiknya tidak menganggap bahwa semua data pasti akan dihapus atau bahwa seluruh data akan otomatis diserahkan kepada Disney. Nasib data bergantung pada proses penjualan, ketentuan hukum, kebijakan privasi, dan keputusan yang berlaku dalam perkara tersebut.

Character.AI menyebut pengguna dapat menghapus akun atau mengekspor data melalui aplikasi maupun situs resminya. Pengguna yang ingin menyimpan percakapan atau mengurangi informasi pribadi yang tersimpan sebaiknya meninjau opsi tersebut langsung di layanan resmi. Hindari memasukkan kata sandi, data keuangan, atau informasi sangat sensitif ke dalam percakapan chatbot.

Apakah Disney Akan Mempertahankan Platform?

Belum ada kepastian bahwa Disney akan mengambil alih atau mempertahankan Character.AI sebagai layanan yang sama. Tawaran awalnya berfokus pada lisensi atas sebagian kekayaan intelektual, bukan pembelian penuh perusahaan. Pembeli lain juga masih dapat masuk selama proses penjualan berlangsung.

Bagi Disney, teknologi chatbot berpotensi membuka cara baru bagi penggemar untuk berinteraksi dengan dunia cerita dan karakter. Namun, pemanfaatan teknologi semacam itu juga membutuhkan aturan yang jelas mengenai hak cipta, keamanan, privasi, dan batasan penggunaan oleh anak-anak.

Pengalaman Character.AI sendiri memperlihatkan bahwa teknologi yang menarik bagi pengguna tetap harus disertai pengelolaan risiko yang matang. Keterlibatan karakter fiksi dalam percakapan interaktif bisa membuka peluang hiburan baru, tetapi penggunaannya juga perlu menghormati hak kekayaan intelektual pemilik karakter.

Jika tidak ada tawaran yang mendukung kelanjutan layanan, Character.AI menyatakan platform akan dihentikan. Perusahaan memperkirakan proses penjualan selesai pada akhir November atau awal Desember 2026, sehingga beberapa pekan mendatang akan menjadi periode penting bagi masa depan platform tersebut.

Untuk saat ini, Character.AI masih beroperasi. Masa depannya akan ditentukan oleh hasil proses penjualan, keputusan pengadilan, serta kemampuan calon pembeli menyeimbangkan potensi teknologi dengan biaya dan kewajiban hukum. Tawaran Disney menjadi perkembangan penting, tetapi belum menjadi jaminan bahwa layanan chatbot itu akan bertahan.