Phoenix Kena Nerf di VALORANT

VALORANT Patch 13.02 resmi hadir dengan sejumlah perubahan yang langsung menarik perhatian pemain. Pembaruan terbaru dari Riot Games ini memang bukan termasuk patch besar, tetapi membawa penyesuaian yang cukup penting, terutama untuk Phoenix serta mode permainan Retake.

Salah satu perubahan paling mencolok adalah nerf terhadap kemampuan ultimate Phoenix, Run It Back. Mulai pembaruan ini, pemain membutuhkan lebih banyak Orb untuk mengaktifkannya.

Di sisi lain, pemain yang menantikan mode baru All Random One Site: Replication (AROS: Replication) harus kembali bersabar. Riot Games memutuskan menunda peluncuran mode tersebut dan belum memberikan tanggal baru.

Patch 13.02 juga membawa sejumlah perbaikan bug pada Agent, map Summit, serta beberapa sistem permainan. Dengan demikian, pembaruan kali ini lebih berfokus pada penyempurnaan pengalaman bermain daripada menghadirkan perubahan besar pada meta.

Phoenix Dapat Nerf Ultimate

Perubahan terbesar pada Patch 13.02 menyasar Phoenix.

Riot Games meningkatkan biaya ultimate Run It Back dari sebelumnya membutuhkan enam Orb menjadi tujuh Orb. Artinya, Phoenix kini memerlukan satu Orb tambahan sebelum dapat menggunakan kemampuan andalannya tersebut.

Riot menjelaskan bahwa perubahan tersebut bukan karena Phoenix dianggap mengalami masalah keseimbangan secara keseluruhan. Tim pengembang justru menilai kondisi balance Phoenix saat ini sudah cukup baik.

Masalah yang ingin diperbaiki berkaitan dengan frekuensi penggunaan ultimate.

Dengan biaya enam Orb, Phoenix dinilai dapat mengumpulkan Ultimate terlalu sering dalam sebuah pertandingan. Dalam situasi tertentu, kemampuan tersebut bahkan bisa digunakan berkali-kali apabila pemain mampu mendapatkan Orb dan eliminasi secara konsisten.

Peningkatan biaya menjadi tujuh Orb diharapkan membuat penggunaan Run It Back lebih terukur.

Dampaknya bagi Gaya Bermain

Nerf ini kemungkinan tidak mengubah identitas Phoenix secara drastis.

Phoenix tetap menjadi Duelist yang mengandalkan kemampuan agresif untuk mengambil ruang dan membuka peluang bagi tim. Run It Back juga tetap menjadi salah satu alat penting untuk melakukan entry tanpa mempertaruhkan nyawa utama secara langsung.

Namun, pemain harus lebih cermat dalam menentukan kapan akan menggunakan ultimate.

Satu Orb tambahan mungkin terlihat kecil, tetapi dalam pertandingan kompetitif, perbedaan satu Orb dapat menentukan apakah kemampuan tersedia pada ronde tertentu atau tidak.

Pemain Phoenix kini perlu lebih memperhatikan lokasi Orb di map dan momentum pertandingan.

Penggunaan Run It Back secara sembarangan juga berpotensi semakin merugikan karena kesempatan untuk mendapatkan kembali enam Orb tidak lagi cukup.

Ultimate Phoenix Jadi Lebih Berharga

Run It Back memiliki karakteristik unik dibandingkan ultimate sejumlah Duelist lainnya.

Ketika diaktifkan, Phoenix dapat mengambil risiko lebih besar karena dirinya akan kembali ke kondisi sebelumnya setelah durasi berakhir atau ketika terkena eliminasi dalam keadaan ultimate.

Kemampuan ini membuat Phoenix dapat melakukan aksi agresif seperti masuk ke site, mencari duel, atau memancing perhatian lawan.

Namun, kemampuan tersebut juga memiliki nilai strategis tinggi.

Dengan kebutuhan tujuh Orb, pemain harus menganggap setiap penggunaan sebagai investasi penting dalam sebuah ronde.

Perubahan ini secara tidak langsung dapat mendorong pemain Phoenix untuk lebih selektif.

Alih-alih menggunakan ultimate setiap kali tersedia, pemain mungkin akan menyimpannya untuk ronde penting atau situasi yang memberikan peluang besar untuk mendapatkan keuntungan bagi tim.

Retake Tambah Tiga Map

Selain perubahan pada Phoenix, Riot Games memperluas pilihan map untuk mode Retake.

Tiga map baru ditambahkan ke dalam daftar, yakni Split, Corrode, dan Lotus.

Penambahan tersebut membuat variasi pertandingan Retake semakin luas.

Retake sendiri menawarkan pengalaman bermain yang lebih singkat dan berfokus pada situasi ketika tim harus merebut kembali site yang telah dikuasai lawan.

Mode seperti ini menuntut pemain memahami penggunaan utility, koordinasi, serta kemampuan mengambil keputusan dalam waktu singkat.

Kehadiran map tambahan diharapkan membuat pengalaman bermain tidak cepat terasa monoton.

Pemain juga memperoleh kesempatan menguji strategi Retake pada lingkungan map yang berbeda.

Apa Itu Mode Retake?

Retake merupakan mode permainan yang dirancang dengan fokus pada situasi perebutan kembali site.

Berbeda dari pertandingan Competitive atau Unrated yang berlangsung melalui rangkaian ronde penuh, Retake menawarkan format yang lebih ringkas.

Karena waktu persiapan dan pertempuran lebih terbatas, setiap kemampuan Agent menjadi sangat penting.

Pemain perlu memahami kapan harus menggunakan smoke, flash, trap, maupun kemampuan untuk mengamankan area.

Penambahan Split, Corrode, dan Lotus memberikan variasi baru terhadap pola strategi tersebut.

Setiap map memiliki karakteristik layout berbeda sehingga pendekatan yang efektif di satu map belum tentu cocok diterapkan pada map lainnya.

AROS: Replication Ditunda

Kabar yang mungkin paling mengecewakan bagi sebagian pemain adalah penundaan All Random One Site: Replication.

Mode tersebut sebelumnya dipersiapkan sebagai variasi baru yang menggabungkan konsep All Random One Site dengan mekanisme Replication.

Konsepnya menawarkan pertandingan yang lebih kacau dan unik karena pemain dalam satu tim dapat menggunakan Agent yang sama.

Dengan format satu site dan pilihan Agent yang seragam, AROS: Replication berpotensi menghadirkan kombinasi strategi yang tidak biasa.

Namun, mode tersebut tidak ikut dirilis bersama Patch 13.02.

Riot Games menyatakan peluncurannya ditunda ke waktu berikutnya dan akan memberikan informasi lebih lanjut ketika ada perkembangan.

Belum Ada Tanggal Baru

Penundaan AROS: Replication membuat pemain harus menunggu pengumuman lanjutan dari Riot Games.

Sampai pembaruan ini tersedia, belum ada tanggal baru yang ditetapkan untuk peluncuran mode tersebut.

Keputusan menunda sebuah fitur yang sebelumnya telah direncanakan tentu bukan hal yang dilakukan tanpa pertimbangan.

Riot kemungkinan ingin memastikan mode tersebut siap memberikan pengalaman bermain yang sesuai standar sebelum dilepas ke server publik.

Bagi pemain, penundaan ini memang membuat rasa penasaran semakin besar.

Terlebih, konsep AROS: Replication menawarkan kombinasi gameplay yang berbeda dari mode VALORANT pada umumnya.

Perbaikan Bug Agent

Patch 13.02 juga membawa sejumlah perbaikan bug.

Pada Omen, Riot memperbaiki masalah yang menyebabkan indikator ketika Shrouded Step tidak dapat ditempatkan pada lokasi tertentu tidak muncul dengan benar.

Perbaikan lainnya menyasar KAY/O.

Riot memperbaiki masalah efek visual dan suara ketika KAY/O mengalami kematian selama NULL/cmd setelah timer berakhir dalam kondisi disabled.

Animasi kematian setelah KAY/O dihidupkan kembali juga mendapatkan perbaikan.

Perubahan tersebut memang tidak mengubah meta secara langsung, tetapi penting untuk menjaga konsistensi pengalaman bermain.

Cypher dan Gekko Ikut Diperbaiki

Beberapa Agent lainnya juga memperoleh perbaikan bug.

Pada Cypher, Riot memperbaiki masalah visual yang salah pada Cyber Cage.

Ada pula perbaikan untuk kasus langka ketika Cypher dapat terputus dari pertandingan saat menggunakan Neural Theft.

Sementara itu, Gekko memperoleh perbaikan terhadap Wingman.

Sebelumnya, Wingman dapat mati secara tidak terduga ketika sedang melakukan proses penanaman atau defuse Spike pada kondisi frame rate yang sangat rendah.

Perbaikan ini ditujukan untuk meningkatkan konsistensi kemampuan Agent dalam situasi teknis tertentu.

Summit Mendapat Perbaikan

Map terbaru, Summit, juga tidak luput dari pembaruan.

Riot memperbaiki masalah yang menyebabkan kemampuan Agent dapat dihancurkan oleh pintu ketika pintu tersebut sudah berada dalam posisi tertutup.

Perbaikan semacam ini penting karena interaksi antara ability dan elemen map dapat memengaruhi strategi pertandingan.

Dalam VALORANT, kesalahan kecil pada interaksi objek dapat menghasilkan dampak besar, terutama dalam pertandingan dengan tingkat kompetitif tinggi.

Perbaikan Sistem PC dan Console

Patch 13.02 tidak hanya berfokus pada Agent dan mode permainan.

Riot juga memperbaiki tampilan nilai pada grafik packet send dan receive rate yang sebelumnya dapat menunjukkan angka tidak tepat ketika game berjalan dengan frame rate sangat tinggi.

Untuk pemain console, beberapa perbaikan juga diberikan.

Chamber mendapatkan kembali tactile feedback untuk Tour de Force ketika melakukan equip dan menembak.

Sementara itu, Riot mengembalikan dukungan aim assist untuk Fakeout milik Yoru.

Waylay juga memperoleh perbaikan terkait interaksi Lightspeed dengan Spike atau Flex yang dalam kondisi tertentu dapat meningkatkan kecepatan dan jarak dash.

Patch Kecil dengan Dampak Meta

Jika dibandingkan dengan Patch 13.00 yang membawa sejumlah perubahan besar, Patch 13.02 memang tergolong ringan.

Namun, perubahan kecil terhadap kemampuan Agent tetap dapat memberikan efek terhadap strategi kompetitif.

Phoenix menjadi contoh paling jelas.

Peningkatan biaya ultimate dari enam menjadi tujuh Orb berpotensi mengurangi frekuensi penggunaan Run It Back. Pemain harus lebih disiplin dalam mengumpulkan Orb dan memilih momentum penggunaan ultimate.

Sementara itu, tambahan map di Retake membuat mode tersebut semakin bervariasi.

Penundaan AROS: Replication juga menjadi salah satu catatan penting karena mode tersebut sebelumnya dinantikan komunitas.

Menunggu Langkah Riot Berikutnya

VALORANT Patch 13.02 menunjukkan bahwa Riot Games terus melakukan penyesuaian meskipun pembaruan kali ini tidak membawa perubahan besar.

Nerf Phoenix menjadi bagian utama dari update karena Riot ingin mengendalikan frekuensi penggunaan Run It Back tanpa mengubah keseimbangan Phoenix secara drastis.

Penambahan Split, Corrode, dan Lotus di Retake juga memberikan variasi baru bagi pemain yang menikmati mode tersebut.

Di sisi lain, penundaan AROS: Replication menjadi catatan yang cukup mengecewakan. Mode yang menawarkan konsep unik tersebut masih harus menunggu jadwal baru yang belum diumumkan.

Untuk saat ini, pemain dapat langsung mencoba perubahan Phoenix, menikmati map tambahan di Retake, serta merasakan berbagai perbaikan bug yang hadir melalui Patch 13.02.

Bagi pengguna Phoenix, perubahan satu Orb mungkin terlihat sederhana. Namun, dalam pertandingan yang berlangsung ketat, tambahan biaya ultimate tersebut bisa memengaruhi keputusan penting di setiap ronde.

Dengan Patch 13.02, Riot kembali menunjukkan bahwa perkembangan VALORANT tidak selalu ditentukan oleh perubahan besar. Penyesuaian kecil pada Agent, mode, dan sistem dapat menjadi bagian penting untuk menjaga permainan tetap kompetitif, stabil, dan menarik.

Sementara itu, perhatian komunitas kini mulai tertuju pada langkah Riot berikutnya, terutama terkait kapan AROS: Replication akhirnya benar-benar tersedia untuk dimainkan.