Nvidia memperkenalkan varian baru komputer AI DGX Spark dengan kapasitas memori yang lebih kecil. Perangkat tersebut hadir dengan unified memory 64GB, atau setengah dari kapasitas 128GB yang digunakan model sebelumnya.
Langkah ini menjadi menarik karena dilakukan ketika kebutuhan komputasi AI terus meningkat, sementara pasokan dan harga memori mengalami tekanan. Nvidia memosisikan DGX Spark 64GB sebagai pilihan yang lebih terjangkau bagi pengembang, peneliti, dan pengguna yang ingin menjalankan model AI secara lokal.
Menurut Nvidia, DGX Spark 64GB mulai tersedia pada 23 Oktober 2026 melalui sejumlah mitra perangkat keras. Harga awalnya dipatok US$4.999. Mitra yang disebutkan mencakup Acer, ASUS, Dell, Gigabyte, HP, dan MSI.
Namun, istilah “lebih murah” perlu dilihat dalam konteks. Harga tersebut memang lebih rendah dibandingkan konfigurasi DGX Spark 128GB yang saat ini berada di kisaran US$6.950 pada toko Nvidia. Akan tetapi, DGX Spark 64GB tetap lebih mahal dibandingkan harga awal model 128GB ketika pertama kali diperkenalkan.
RAM Dipangkas Jadi 64GB
Perubahan terbesar pada perangkat baru ini terletak pada kapasitas unified memory. DGX Spark 64GB menggunakan memori 64GB yang digunakan secara bersama oleh CPU dan GPU.
Sementara itu, DGX Spark 128GB menyediakan kapasitas dua kali lipat.
Meski memorinya berkurang, Nvidia tidak mengganti platform utama yang menjadi otak komputer tersebut. DGX Spark 64GB tetap menggunakan GB10 Grace Blackwell Superchip, sistem operasi DGX OS, serta ekosistem perangkat lunak AI Nvidia.
Perusahaan juga mempertahankan konektivitas ConnectX-7 Smart NIC yang menjadi salah satu fitur penting untuk menghubungkan beberapa perangkat DGX Spark.
Dengan pendekatan tersebut, Nvidia tidak sekadar membuat komputer dengan spesifikasi lebih rendah. Perusahaan mencoba menawarkan konfigurasi yang dianggap cukup untuk berbagai kebutuhan AI lokal yang tidak selalu membutuhkan memori 128GB.
Nvidia menyebut perkembangan model AI yang semakin efisien menjadi salah satu alasan di balik kehadiran varian 64GB. Sejumlah model open-source terbaru kini dapat dijalankan secara lokal dengan kebutuhan memori yang lebih rendah dibandingkan model generasi sebelumnya.
Bisa Jalankan AI Tanpa Cloud
Salah satu daya tarik DGX Spark adalah kemampuannya menjalankan model AI secara lokal.
Konsep tersebut penting bagi pengembang dan perusahaan yang tidak ingin seluruh proses inferensi AI bergantung pada layanan cloud. Data dapat diproses langsung di perangkat sehingga pengguna memiliki kontrol lebih besar terhadap lingkungan komputasinya.
Nvidia juga melihat meningkatnya penggunaan AI agent sebagai alasan mengapa komputer AI lokal semakin relevan. Agen AI dapat digunakan untuk menjalankan tugas secara terus-menerus, seperti menganalisis dokumen, membantu pemrograman, melakukan riset, hingga menjalankan berbagai proses otomatis.
Dengan DGX Spark 64GB, Nvidia menargetkan kebutuhan tersebut tanpa mengharuskan pengguna membeli perangkat dengan kapasitas memori terbesar.
Perusahaan menyatakan konfigurasi baru tersebut mampu menjalankan model hingga sekitar 100 miliar parameter secara lokal, bergantung pada model dan konfigurasi pengguna. Sebagai perbandingan, model 128GB dapat menangani kelas model hingga sekitar 200 miliar parameter.
Performa Tetap Jadi Andalan
Menariknya, pengurangan kapasitas memori tidak berarti seluruh performa perangkat ikut dipangkas.
DGX Spark 64GB masih menggunakan GB10 Grace Blackwell Superchip. Nvidia juga mempertahankan bandwidth memori hingga 273 GB per detik pada konfigurasi tunggal.
Artinya, perbedaan utama antara versi 64GB dan 128GB lebih banyak berada pada kapasitas memori yang tersedia, bukan perubahan besar pada platform komputasinya.
Hal ini membuat pilihan perangkat menjadi lebih bergantung pada kebutuhan pengguna.
Bagi mereka yang hanya menjalankan model AI berukuran menengah, kapasitas 64GB dapat menjadi pilihan yang lebih masuk akal. Sebaliknya, pengguna yang bekerja dengan model sangat besar, melakukan fine-tuning dengan kebutuhan memori tinggi, atau menjalankan beberapa beban kerja sekaligus masih akan lebih terbantu dengan versi 128GB.
Dua DGX Spark Bisa Digabung
Nvidia juga menyiapkan opsi untuk pengguna yang membutuhkan kapasitas lebih besar.
Dua unit DGX Spark 64GB dapat dihubungkan menggunakan koneksi jaringan berkecepatan tinggi sehingga kapasitas memorinya dapat digunakan secara bersamaan untuk beban kerja tertentu.
Nvidia menyediakan Sync Cluster Assistant untuk membantu proses konfigurasi beberapa perangkat. Dengan dua unit, pengguna dapat memperoleh total kapasitas memori 128GB.
Pendekatan ini memberikan fleksibilitas bagi pengguna yang ingin memulai dari satu perangkat terlebih dahulu. Ketika kebutuhan meningkat, mereka dapat menambah unit kedua tanpa harus langsung membeli konfigurasi terbesar.
Nvidia menyebut dua DGX Spark 64GB dapat memberikan peningkatan performa hingga sekitar 1,7 kali dalam pengujian tertentu dibandingkan satu unit. Hasil nyata tentu bergantung pada model AI, aplikasi, dan jenis pekerjaan yang dijalankan.
Harga RAM Jadi Faktor Penting
Kehadiran DGX Spark 64GB juga tidak bisa dilepaskan dari kondisi pasar memori.
Nvidia pada saat yang sama menaikkan harga DGX Spark 128GB menjadi US$6.950. Beberapa laporan industri mengaitkan perubahan tersebut dengan meningkatnya biaya dan keterbatasan pasokan memori akibat tingginya permintaan dari industri AI.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa memori kini menjadi komponen penting dalam persaingan perangkat AI.
Model AI yang semakin besar membutuhkan kapasitas memori tinggi. Di sisi lain, produsen perangkat harus menghadapi biaya komponen yang meningkat.
DGX Spark 64GB menjadi salah satu bentuk kompromi. Nvidia mempertahankan platform AI yang sama, tetapi menawarkan kapasitas memori lebih kecil agar harga awal dapat ditekan.
Bukan Sekadar Komputer Desktop
DGX Spark sejak awal dirancang bukan sebagai komputer desktop biasa.
Perangkat ini membawa kombinasi CPU, GPU, memori terpadu, konektivitas jaringan, sistem operasi, serta perangkat lunak AI Nvidia dalam bentuk yang relatif ringkas.
Nvidia sebelumnya memperkenalkan DGX Spark sebagai komputer AI desktop yang memungkinkan pengembang mengerjakan pengembangan dan inferensi AI tanpa harus selalu menggunakan pusat data. Model awal menggunakan GB10 Grace Blackwell dan 128GB unified memory.
Kini, varian 64GB memperluas pilihan tersebut.
Pengguna tidak lagi harus memilih antara perangkat dengan kapasitas besar atau tidak membeli sama sekali. Mereka dapat menyesuaikan kapasitas dengan jenis model dan kebutuhan pekerjaan.
Pilihan Baru untuk Pengembang AI
Dengan harga mulai US$4.999, DGX Spark 64GB memang belum dapat disebut sebagai komputer murah untuk konsumen umum. Namun, dibandingkan perangkat AI profesional dengan kebutuhan memori besar, konfigurasi tersebut memberikan titik masuk baru.
Bagi pengembang yang ingin menjalankan AI secara lokal, peneliti yang membutuhkan workstation khusus, atau perusahaan yang ingin menguji AI agent tanpa sepenuhnya bergantung pada cloud, perangkat ini dapat menjadi alternatif.
Pada akhirnya, pemangkasan memori DGX Spark bukan semata-mata soal mengurangi spesifikasi. Nvidia tampaknya sedang menyesuaikan perangkat dengan perubahan kebutuhan AI dan kondisi pasar memori.
DGX Spark 128GB tetap tersedia bagi pengguna dengan kebutuhan komputasi lebih berat, sementara varian 64GB menjadi opsi baru bagi mereka yang mengutamakan efisiensi biaya dan kebutuhan AI lokal yang lebih moderat.
Dengan semakin banyaknya model AI yang dibuat lebih efisien, kapasitas 64GB juga berpotensi menjadi semakin relevan. Persaingan komputer AI ke depan tidak hanya akan ditentukan oleh seberapa besar RAM yang dimiliki, tetapi juga seberapa efisien perangkat tersebut memanfaatkannya.



