Perusahaan semikonduktor asal Korea Selatan, SK Hynix, mulai menguji ketahanan produk memorinya di luar angkasa. Chip DRAM dan Universal Flash Storage (UFS) buatan perusahaan tersebut telah dibawa ke orbit menggunakan satelit Korea Selatan yang berhasil menjalin komunikasi dengan stasiun di Bumi setelah peluncuran roket Nuri kelima.
Langkah ini menandai upaya SK Hynix menjajaki peluang pasar semikonduktor untuk kebutuhan antariksa. Lingkungan luar angkasa menghadirkan tantangan yang berbeda dibandingkan perangkat elektronik di Bumi, terutama karena paparan radiasi kosmik, perubahan suhu ekstrem, serta kondisi operasional yang sulit diperbaiki ketika perangkat mengalami gangguan.
Informasi mengenai pengujian tersebut dilaporkan DIGITIMES pada 10 Oktober 2026. Meski satelit telah mencapai orbit dan berhasil berkomunikasi dengan Bumi, hasil pengujian ketahanan chip SK Hynix belum diumumkan secara terperinci. Karena itu, misi ini masih perlu dipahami sebagai tahap pengujian, bukan bukti bahwa seluruh produk tersebut sudah siap digunakan dalam operasional satelit secara luas.
Chip Memori Masuk Tahap Uji Orbit
Dua jenis produk yang menjadi perhatian dalam misi ini adalah DRAM dan UFS. Keduanya merupakan teknologi memori yang banyak digunakan pada perangkat elektronik modern, tetapi memiliki fungsi berbeda.
DRAM atau Dynamic Random-Access Memory digunakan sebagai memori kerja sementara untuk menyimpan data yang sedang diproses sistem. Jenis memori ini memungkinkan prosesor mengakses informasi dengan cepat selama perangkat menjalankan aplikasi atau melakukan komputasi.
Sementara itu, UFS atau Universal Flash Storage merupakan teknologi penyimpanan nonvolatil. Artinya, data yang tersimpan tetap dipertahankan meskipun perangkat kehilangan daya. UFS lazim digunakan pada ponsel pintar dan perangkat elektronik lain yang membutuhkan penyimpanan berkecepatan tinggi.
Penggunaan kedua teknologi tersebut dalam pengujian antariksa dapat membantu peneliti memahami bagaimana komponen memori komersial berperilaku di lingkungan orbit. Data dari pengujian dapat menjadi bahan evaluasi untuk menentukan bagian mana yang perlu diperkuat atau dirancang ulang sebelum digunakan dalam misi yang lebih menantang.
Namun, keberhasilan sebuah chip beroperasi di luar angkasa tidak hanya ditentukan oleh kecepatan membaca dan menulis data. Keandalan sistem, konsumsi energi, pengelolaan panas, serta kemampuan menghadapi radiasi juga menjadi pertimbangan penting.
Radiasi Kosmik Menjadi Tantangan Utama
Salah satu risiko terbesar bagi perangkat elektronik di luar atmosfer Bumi adalah radiasi kosmik. Partikel berenergi tinggi dapat mengganggu operasi sirkuit elektronik dan memicu perubahan keadaan bit pada memori.
Gangguan tersebut dapat menimbulkan kesalahan data, kegagalan sementara, atau dalam kondisi tertentu merusak komponen. Dampaknya sangat penting bagi satelit karena perangkat elektronik di dalamnya sering menjalankan fungsi navigasi, komunikasi, pengamatan Bumi, hingga pengolahan informasi ilmiah.
Di Bumi, perangkat elektronik biasanya memperoleh perlindungan dari atmosfer dan medan magnet planet. Perlindungan tersebut tidak sepenuhnya tersedia bagi perangkat yang bekerja di orbit tertentu atau dalam perjalanan menuju ruang antariksa yang lebih jauh.
Karena itu, pengujian langsung di orbit memiliki nilai tersendiri. Simulasi di laboratorium dapat membantu memperkirakan efek radiasi, tetapi pengamatan dalam lingkungan nyata dapat memberikan informasi tambahan mengenai perilaku chip ketika menghadapi kombinasi kondisi operasional yang kompleks.
SK Hynix perlu memahami bukan hanya apakah memorinya tetap menyala, tetapi juga bagaimana kinerja dan tingkat kesalahan berubah selama misi. Hasil tersebut dapat membantu perusahaan dan mitra riset menentukan apakah desain yang ada memerlukan perlindungan tambahan.
Menyusul Langkah Samsung
Pengujian chip SK Hynix di luar angkasa juga berlangsung di tengah meningkatnya perhatian industri Korea Selatan terhadap semikonduktor antariksa. Samsung Electronics, pesaing utama SK Hynix di industri memori, sebelumnya turut menyiapkan teknologi chip untuk pengujian di lingkungan luar angkasa.
Pada Januari 2026, Seoul Economic Daily melaporkan bahwa chip Samsung dan SK Hynix akan dibawa melalui satelit kecil K-RadCube dalam misi Artemis II. Satelit tersebut dirancang untuk mengukur radiasi kosmik pada lintasan orbit yang berbeda, sekaligus membawa komponen semikonduktor untuk pengujian.
Dalam misi yang diberitakan itu, Samsung menyiapkan muatan K-RadSS yang berisi teknologi semikonduktor generasi berikutnya, sedangkan SK Hynix membawa K-RadSK yang menggunakan chip memori komersial. Tujuan pengujian mencakup pemahaman terhadap pengaruh radiasi pada perangkat elektronik.
Misi K-RadCube tersebut merupakan program berbeda dari pengiriman chip SK Hynix yang dilaporkan mencapai orbit pada Oktober 2026 menggunakan satelit Korea Selatan setelah peluncuran roket Nuri. Kedua perkembangan ini memperlihatkan bahwa perusahaan semikonduktor Korea Selatan menjajaki lebih dari satu jalur penelitian untuk memahami ketahanan chip di luar angkasa.
Perbedaan misi tersebut penting dicatat agar pengujian pada satu satelit tidak dianggap sebagai bagian dari misi yang lain. Keduanya memiliki konteks dan tujuan pengujian masing-masing, meskipun sama-sama berkaitan dengan ketahanan semikonduktor di lingkungan antariksa.
Peluang Baru bagi Industri Semikonduktor
Selama ini, persaingan industri chip banyak berkisar pada kebutuhan pusat data, ponsel pintar, komputer, dan perangkat kecerdasan buatan. Namun, perkembangan satelit, komunikasi antariksa, serta gagasan pusat data di orbit membuka kemungkinan penggunaan semikonduktor untuk aplikasi yang lebih luas.
Satelit modern membutuhkan komponen elektronik untuk menyimpan data, memproses hasil pengamatan, mengelola komunikasi, dan menjalankan sistem kendali. Ketika jumlah satelit meningkat dan misi menjadi semakin kompleks, kebutuhan terhadap perangkat memori yang andal juga berpotensi bertambah.
Meski demikian, chip yang dirancang untuk perangkat konsumen tidak otomatis cocok untuk penerbangan antariksa. Produk yang akan digunakan dalam misi tertentu dapat membutuhkan proses kualifikasi, pengujian ketahanan, desain sistem pelindung, serta prosedur validasi sesuai standar yang ditetapkan operator atau badan antariksa.
Artinya, pengujian SK Hynix bukan sekadar upaya membawa produk ke orbit. Data yang diperoleh dapat menjadi langkah awal untuk menilai potensi adaptasi teknologi memori komersial bagi lingkungan yang lebih ekstrem.
Jika hasilnya menjanjikan, perusahaan dapat mempelajari kemungkinan mengembangkan produk khusus atau bekerja sama dengan mitra yang membutuhkan komponen untuk satelit. Namun, peluang komersial tersebut masih bergantung pada hasil pengujian, kebutuhan pasar, biaya pengembangan, dan persyaratan teknis yang berlaku.
Hasil Pengujian Masih Dinantikan
Keberhasilan satelit mencapai orbit dan berkomunikasi dengan stasiun darat merupakan tahap awal yang penting. Akan tetapi, hal tersebut belum membuktikan bahwa semua chip di dalamnya telah melewati seluruh pengujian ketahanan.
Tahap selanjutnya adalah mengamati perilaku komponen selama berada di orbit. Peneliti perlu mengumpulkan data mengenai kestabilan operasi, dampak radiasi, perubahan suhu, dan kemungkinan kesalahan pemrosesan data.
Hasil evaluasi tersebut dapat menjadi dasar untuk menentukan langkah berikutnya, mulai dari penyempurnaan desain hingga pengujian lanjutan pada misi berbeda. Hingga hasil resmi diumumkan, belum tepat menyimpulkan bahwa chip SK Hynix telah memenuhi seluruh persyaratan penggunaan antariksa.
Bagi industri semikonduktor, pengujian ini tetap menjadi perkembangan yang patut diperhatikan. Persaingan tidak lagi hanya berkaitan dengan kapasitas memori dan kecepatan transfer data, tetapi juga kemampuan komponen untuk bekerja secara andal dalam lingkungan yang jauh lebih menantang.
Dengan mengirimkan DRAM dan UFS ke orbit, SK Hynix memperluas ruang pengujian teknologinya. Keberhasilan jangka panjang akan ditentukan oleh hasil evaluasi di orbit dan kemampuan perusahaan mengubah temuan tersebut menjadi solusi yang memenuhi kebutuhan industri antariksa.



