YouTube terus mengembangkan cara baru bagi pengguna untuk menemukan video yang sesuai dengan minat mereka. Salah satu inovasi terbarunya adalah Custom Feeds, fitur yang memungkinkan pengguna menyesuaikan rekomendasi di halaman utama hanya dengan mengetikkan perintah atau prompt.
Melalui fitur ini, pengguna tidak harus terus-menerus mencari video secara manual. Mereka cukup menjelaskan jenis tontonan yang diinginkan, mulai dari tutorial memasak, dokumenter berdurasi panjang, hingga video relaksasi untuk menemani waktu istirahat.
YouTube kemudian menggunakan instruksi tersebut untuk menyusun rekomendasi yang lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna. Feed khusus itu dapat disimpan sehingga lebih mudah diakses kembali dari halaman Home.
Fitur Custom Feeds diperkenalkan dalam rangkaian pengumuman Made on YouTube pada September 2026. Perusahaan menyebut fitur tersebut sebagai cara baru untuk membantu penonton menemukan konten berdasarkan minat, rutinitas, dan suasana hati.
Apa Itu Custom Feeds YouTube?
Custom Feeds merupakan fitur yang memungkinkan pengguna membuat tampilan rekomendasi video berdasarkan deskripsi tertulis. Konsepnya berbeda dari pencarian biasa karena pengguna tidak sekadar mencari satu video, melainkan membuat feed khusus untuk menemukan berbagai konten dengan tema tertentu.
Sebagai contoh, seseorang yang ingin belajar fotografi dapat menuliskan perintah untuk menampilkan tutorial kamera, teknik pencahayaan, dan tips komposisi gambar bagi pemula.
Pengguna yang ingin bersantai juga dapat membuat feed berisi musik instrumental, suara hujan, atau video suasana alam. Sementara itu, penonton yang tertarik pada perkembangan teknologi dapat meminta rekomendasi ulasan perangkat, berita AI, dan penjelasan teknologi terbaru.
Keunggulan pendekatan ini terletak pada fleksibilitas instruksi. Pengguna dapat menjelaskan topik sekaligus konteks penggunaannya, seperti video pendek untuk istirahat singkat atau dokumenter panjang untuk ditonton pada akhir pekan.
Custom Feeds juga dirancang agar dapat diperbarui dengan rekomendasi baru. Dengan demikian, fitur ini bukan sekadar daftar video yang dibuat satu kali, melainkan ruang penemuan konten yang dapat digunakan berulang kali.
Cara Membuat Custom Feeds YouTube
Untuk membuat feed khusus, pengguna perlu mencari opsi Custom Feeds pada halaman utama YouTube. Letak dan nama menu dapat berbeda mengikuti versi aplikasi atau tahap peluncuran fitur.
Berikut langkah umum yang dapat dicoba apabila fitur sudah tersedia pada akun pengguna.
1. Buka YouTube dan masuk ke akun
Jalankan aplikasi YouTube di ponsel atau buka situs YouTube melalui komputer. Pastikan pengguna sudah masuk ke akun yang biasa digunakan untuk menonton video.
2. Buka halaman Home
Pilih tab Home untuk melihat rekomendasi video. Pada akun yang memperoleh akses, opsi Custom Feeds dapat muncul di bagian atas halaman utama.
3. Pilih menu Custom Feeds
Ketuk atau klik opsi Custom Feeds. Pada versi tertentu, pengguna dapat menemukan pilihan bernama Your Custom Feed atau tombol untuk membuat feed baru.
4. Tulis prompt sesuai kebutuhan
Masukkan deskripsi tentang konten yang ingin ditemukan. Sebaiknya gunakan kalimat yang jelas dan spesifik agar sistem memahami topik, jenis video, serta konteks tontonan yang diinginkan.
Contohnya, pengguna dapat menulis, “Tampilkan tutorial memasak makanan rumahan yang mudah, menggunakan bahan murah, dan berdurasi kurang dari 15 menit.”
5. Buat feed dan periksa hasilnya
Setelah memasukkan prompt, ikuti petunjuk pada layar untuk membuat feed. YouTube kemudian menyajikan rekomendasi berdasarkan instruksi yang diberikan.
Jika hasilnya belum sesuai harapan, pengguna dapat memperjelas atau mengubah prompt. Misalnya, tambahkan batas durasi video, tingkat kesulitan, atau bahasa yang diinginkan.
Perlu diingat, langkah tersebut hanya berlaku jika fitur sudah tersedia pada akun. Pengguna yang belum menemukan menu Custom Feeds mungkin masih menunggu peluncuran atau belum memenuhi persyaratan akses.
Contoh Prompt untuk Berbagai Kebutuhan
Agar hasil rekomendasi lebih relevan, pengguna dapat menulis prompt yang menjelaskan tujuan menonton sekaligus jenis konten yang diharapkan.
Berikut beberapa contoh instruksi yang bisa digunakan sebagai inspirasi.
Untuk belajar teknologi:
“Tampilkan video berbahasa Indonesia tentang perkembangan AI, ulasan perangkat terbaru, dan penjelasan teknologi untuk pemula. Utamakan video yang informatif dan mudah dipahami.”
Untuk hiburan setelah bekerja:
“Buat feed untuk bersantai setelah bekerja dengan video komedi ringan, cerita menarik, dan konten positif yang tidak terlalu panjang.”
Untuk belajar memasak:
“Rekomendasikan tutorial memasak makanan rumahan dengan bahan sederhana, langkah yang mudah diikuti, dan durasi maksimal 15 menit.”
Untuk belajar bahasa Inggris:
“Tampilkan video latihan bahasa Inggris untuk pemula, terutama percakapan sehari-hari, pengucapan, dan kosakata praktis dengan penjelasan yang mudah dipahami.”
Untuk menemani tidur:
“Cari video suara hujan, suasana alam, dan musik instrumental yang tenang untuk menemani waktu istirahat.”
Contoh tersebut dapat disesuaikan dengan kebiasaan masing-masing pengguna. Semakin jelas konteks dan jenis konten yang diinginkan, semakin mudah pengguna mengevaluasi apakah rekomendasi yang muncul sudah sesuai.
Cara Mengubah Feed yang Sudah Dibuat
Custom Feeds tidak harus digunakan dengan satu tema secara permanen. Pengguna dapat memperbarui instruksi ketika minat atau kebutuhan tontonan berubah.
Untuk melakukannya, buka kembali feed khusus yang sudah dibuat. Jika tersedia kolom prompt di bagian atas feed, ubah deskripsi sebelumnya dengan instruksi baru.
Sebagai contoh, feed yang awalnya berisi berita teknologi dapat diubah menjadi rekomendasi tutorial pemrograman. Pengguna juga dapat mempersempit topik dengan meminta video untuk pemula atau memperluasnya dengan menambahkan beberapa kategori yang saling berkaitan.
Dalam eksperimen yang diumumkan pada Agustus 2026, YouTube menyebut pengguna yang memperoleh akses dapat menyimpan hingga delapan feed aktif. Feed tersebut ditampilkan di bagian atas halaman Home, sedangkan prompt yang tidak aktif dapat kedaluwarsa setelah beberapa minggu.
Namun, batas dan perilaku tersebut dapat bergantung pada versi fitur yang sedang diuji. Karena itu, pengguna sebaiknya mengikuti informasi yang muncul langsung pada akun masing-masing.
Apa Bedanya dengan Pencarian Biasa?
Pencarian YouTube umumnya digunakan untuk menemukan video berdasarkan kata kunci tertentu. Setelah hasil pencarian muncul, pengguna memilih video yang ingin ditonton atau mengubah kata kunci untuk mendapatkan hasil lain.
Custom Feeds memiliki tujuan berbeda. Fitur ini dirancang untuk membuat ruang rekomendasi khusus berdasarkan deskripsi yang lebih luas, termasuk topik, suasana, dan kebiasaan menonton.
Misalnya, pencarian biasa dapat digunakan untuk menemukan satu tutorial membuat kopi. Sementara itu, Custom Feeds dapat diarahkan untuk menampilkan berbagai video tentang teknik menyeduh kopi, ulasan alat, dan rekomendasi biji kopi.
Fitur tersebut tidak berarti pengguna memperoleh kendali penuh atas seluruh algoritma YouTube. Rekomendasi yang muncul tetap dipengaruhi sistem platform dan dapat berbeda antara satu akun dengan akun lainnya.
Pengguna juga tetap perlu menilai kualitas informasi, terutama ketika menonton konten pendidikan, kesehatan, atau berita. Rekomendasi yang sesuai dengan prompt belum tentu menjamin bahwa seluruh informasi dalam video akurat.
Mengapa Custom Feeds Belum Muncul?
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah ketersediaan fitur. YouTube mengumumkan peluncuran Custom Feeds secara bertahap, dengan akses awal yang berfokus pada pengguna di Amerika Serikat.
Dalam eksperimen yang dijelaskan pada Agustus 2026, akses ditujukan kepada pengguna yang sudah masuk ke akun, mengaktifkan riwayat tontonan, serta menggunakan pengaturan bahasa Inggris. Eksperimen tersebut mencakup aplikasi seluler Android dan iOS serta komputer.
YouTube juga menyampaikan rencana ketersediaan fitur melalui web, perangkat seluler, dan televisi di Amerika Serikat pada musim gugur 2026. Pengumuman tersebut tidak berarti seluruh pengguna di Indonesia otomatis memperoleh akses pada waktu yang sama.
Jika menu Custom Feeds belum muncul, pengguna dapat memeriksa pembaruan aplikasi, memastikan sudah masuk ke akun, serta mengecek pengaturan riwayat tontonan. Pengguna juga dapat memantau pengumuman resmi YouTube untuk mengetahui perkembangan peluncuran di wilayahnya.
Mengubah bahasa ke bahasa Inggris mungkin relevan bagi pengguna yang mengikuti persyaratan eksperimen tersebut, tetapi langkah itu tidak menjamin akses karena ketersediaan juga bergantung pada peluncuran fitur.
Custom Feeds Bikin Menonton Lebih Terarah
Kehadiran Custom Feeds memperlihatkan perubahan cara platform video menghubungkan penonton dengan konten. Pengguna kini dapat menyampaikan kebutuhan melalui bahasa sehari-hari, bukan hanya mengandalkan pencarian dan rekomendasi umum.
Bagi pelajar, kreator, pekerja, maupun pengguna kasual, fitur ini berpotensi memudahkan penemuan video yang relevan dengan aktivitas sehari-hari. Feed khusus juga dapat membantu memisahkan kebutuhan menonton, misalnya antara belajar, mencari hiburan, dan mengikuti berita teknologi.
Meski demikian, manfaatnya tetap bergantung pada kualitas prompt, relevansi rekomendasi, dan ketersediaan fitur di akun pengguna. Custom Feeds juga bukan pengganti penilaian kritis terhadap isi video yang ditonton.
Bagi pengguna yang sudah memperoleh akses, mencoba beberapa prompt dan memperbaikinya berdasarkan hasil rekomendasi dapat menjadi cara praktis untuk mengenali kemampuan fitur ini.
Sementara itu, pengguna di Indonesia yang belum menemukan menu Custom Feeds perlu bersabar menunggu perluasan akses resmi. Setelah tersedia, fitur ini berpotensi memberikan cara yang lebih personal untuk menjelajahi jutaan video di YouTube tanpa harus memulai pencarian dari awal setiap kali membuka platform.



