AiMOGA Mobo Hadir Jadi Teman Keluarga

Perkembangan teknologi robotika semakin mendekatkan kecerdasan buatan dengan kehidupan sehari-hari. AiMOGA Robotics, perusahaan robotika yang berada di bawah Chery Group, memperkenalkan Mobo, robot humanoid yang dirancang untuk menjadi pendamping keluarga dari berbagai generasi.

Mobo diperkenalkan dalam acara AiMOGA Robotics Global Launch 2026 di Wuhu, Provinsi Anhui, China, pada Senin, 26 Oktober 2026. Robot ini dikembangkan untuk membantu aktivitas harian melalui interaksi suara, pengenalan objek, pengingat jadwal, serta kemampuan mengingat informasi dari interaksi sebelumnya.

Berbeda dari robot industri yang biasanya menjalankan pekerjaan khusus di lingkungan terkontrol, Mobo dirancang agar dapat berinteraksi dengan manusia di lingkungan rumah. Kehadirannya mencerminkan upaya industri robotika mengembangkan teknologi yang tidak hanya mampu bergerak, tetapi juga memahami konteks dan merespons kebutuhan pengguna.

AiMOGA mengandalkan pendekatan embodied intelligence, yaitu integrasi kecerdasan buatan dengan kemampuan fisik robot untuk memahami lingkungan, mengambil keputusan, dan melakukan tindakan. Melalui pendekatan tersebut, perusahaan ingin membawa robot humanoid lebih dekat dengan aktivitas keluarga sehari-hari.

Robot Pintar dengan Beragam Kemampuan

Mobo menggabungkan beberapa sistem utama, mulai dari persepsi spasial, pemrosesan bahasa dan gestur, pengendalian gerakan, hingga pengambilan keputusan. Kombinasi ini memungkinkan robot mengenali objek di sekitarnya, memahami komunikasi manusia, dan menentukan tindakan berdasarkan situasi yang dihadapi.

Dalam demonstrasi yang dipaparkan perusahaan, Mobo mampu menangani hingga 16 tugas secara paralel. Robot tersebut juga diklaim dapat merespons interupsi dalam waktu kurang dari 0,2 detik.

Kemampuan tersebut memungkinkan Mobo menghadapi perubahan permintaan tanpa harus selalu memulai interaksi dari awal. Sebagai contoh, robot dapat menangani pemberitahuan rapat dan tugas inspeksi, menjawab pertanyaan yang muncul secara tiba-tiba, kemudian melanjutkan pekerjaan sebelumnya.

Meski demikian, angka tersebut merupakan kemampuan yang disampaikan dalam pengenalan produk. Kinerja nyata di rumah tetap bergantung pada jenis tugas, kondisi lingkungan, perangkat lunak, dan dukungan sistem yang digunakan.

Dari sisi fisik, Mobo memiliki tinggi sekitar 0,9 meter atau 90 sentimeter. Robot ini dilengkapi 22 derajat kebebasan gerak atau degrees of freedom (DoF), yang mendukung pergerakan tubuh lebih ekspresif ketika berinteraksi dengan manusia.

Ukuran tersebut membuat Mobo memiliki bentuk yang relatif ringkas dibandingkan robot humanoid berukuran dewasa. Desainnya diarahkan untuk mendukung interaksi di lingkungan keluarga, meskipun penempatan dan penggunaannya tetap perlu memperhatikan ruang gerak serta keselamatan penghuni rumah.

Dirancang untuk Anak dan Lansia

Salah satu fokus pengembangan Mobo adalah pendampingan anggota keluarga lintas generasi. AiMOGA memosisikan robot ini bukan sekadar perangkat yang menerima perintah, melainkan teman interaksi yang dapat mendukung kegiatan belajar, percakapan, dan rutinitas harian.

Bagi anak-anak, Mobo dapat membantu kegiatan pembelajaran interaktif, bercerita, mengenali objek, hingga menemani latihan bahasa Inggris. Kemampuan tersebut berpotensi membuat proses belajar terasa lebih menarik karena anak dapat berinteraksi secara langsung dengan perangkat.

Namun, penggunaan robot sebagai sarana belajar sebaiknya tetap berada dalam pendampingan orang tua. Robot dapat membantu menyediakan pengalaman belajar tambahan, tetapi tidak menggantikan peran keluarga, pengajar, maupun interaksi sosial yang penting bagi perkembangan anak.

Sementara itu, bagi lansia, Mobo dirancang sebagai teman berbincang dan pengingat aktivitas. Pengguna dapat memanfaatkan fitur pengingat untuk membantu mengatur rutinitas yang telah ditentukan, seperti jadwal kegiatan sehari-hari.

Fitur pengingat juga berpotensi membantu anggota keluarga menjaga keteraturan aktivitas. Meski begitu, kemampuan tersebut tidak boleh dianggap sebagai pengganti pengawasan manusia atau layanan kesehatan profesional, terutama untuk kebutuhan medis yang memerlukan ketepatan dan penanganan khusus.

AiMOGA menyebut Mobo mendukung interaksi dalam lebih dari 20 bahasa. Dukungan multibahasa ini berpotensi memperluas penggunaannya di berbagai negara, walaupun kemampuan dan kualitas interaksi pada setiap bahasa tetap perlu dinilai berdasarkan implementasi produk.

Memori Jangka Panjang dan Face ID

Salah satu fitur yang membedakan Mobo dari perangkat asisten suara sederhana adalah penggunaan memori jangka panjang. Teknologi tersebut dirancang agar robot dapat mempertahankan kesinambungan percakapan dan menghubungkan informasi dengan interaksi sebelumnya.

Dengan dukungan ini, Mobo dapat mengingat informasi tertentu yang relevan bagi rutinitas pengguna. Tujuannya adalah menghadirkan komunikasi yang lebih personal, bukan sekadar merespons satu perintah lalu melupakan konteks percakapan.

Robot ini juga menggunakan Face ID untuk menghubungkan informasi dengan masing-masing pengguna. Identifikasi tersebut dapat membantu sistem membedakan orang yang berinteraksi dengannya dan menyesuaikan pengalaman berdasarkan informasi yang tersimpan.

Di sisi lain, fitur pengenalan wajah dan memori jangka panjang menimbulkan pertanyaan mengenai privasi. Informasi tentang identitas, kebiasaan, percakapan, dan rutinitas keluarga merupakan data yang perlu dilindungi.

Karena itu, calon pengguna perlu memahami bagaimana data dikumpulkan, disimpan, digunakan, dan dihapus. Pengaturan izin, perlindungan akun, serta transparansi pemrosesan data menjadi aspek penting sebelum robot seperti Mobo digunakan secara rutin di rumah.

MoAgent Mendukung Koordinasi Tugas

Dalam peluncuran tersebut, AiMOGA turut memperkenalkan MoAgent, teknologi yang dirancang untuk mendukung kemampuan robot memahami situasi, mengoordinasikan pekerjaan, dan menyesuaikan respons ketika kondisi berubah.

MoAgent menghubungkan kemampuan persepsi, pengambilan keputusan, dan pelaksanaan tugas. Secara sederhana, sistem ini membantu robot mengolah permintaan menjadi rangkaian tindakan yang dapat dijalankan sesuai konteks.

Pendekatan berbasis agen atau AI agent menjadi salah satu arah pengembangan kecerdasan buatan. Teknologi ini memungkinkan sistem tidak hanya menghasilkan jawaban, tetapi juga merencanakan langkah untuk menyelesaikan tugas tertentu.

Dalam konteks Mobo, kemampuan tersebut diarahkan untuk mendukung interaksi keluarga dan pengelolaan aktivitas sehari-hari. Namun, keberhasilan pelaksanaannya tetap bergantung pada batas kemampuan perangkat, keandalan sistem, serta jenis tugas yang diizinkan.

Mobo juga didukung MogaCloud, yang memungkinkan pemberian tugas dari jarak jauh dan pembaruan perangkat lunak melalui jaringan atau over-the-air (OTA). Pembaruan jarak jauh dapat membantu perusahaan meningkatkan perangkat lunak tanpa mengharuskan setiap perubahan dilakukan secara manual pada perangkat.

Robot Humanoid Masuk Lingkungan Rumah

Kehadiran Mobo memperlihatkan pergeseran pengembangan robot humanoid dari demonstrasi teknologi menuju penggunaan yang lebih dekat dengan konsumen. Robot tidak lagi hanya diperkenalkan untuk kebutuhan industri atau layanan publik, tetapi juga mulai diarahkan untuk mendukung aktivitas di rumah.

Sebelum peluncuran global ini, Mobo telah diperlihatkan dalam ajang World Robot Conference 2026 dan World Manufacturing Convention. AiMOGA kemudian membuka pemesanan awal pada 21 Oktober 2026 dalam rangkaian Chery International User Summit 2026.

Perusahaan menempatkan Mobo sebagai bagian dari strategi memperluas penerapan robotika ke kehidupan sehari-hari. Pengalaman Chery dalam teknologi otomotif dan sistem cerdas turut menjadi landasan pengembangan produk robotika di bawah AiMOGA.

Meski menawarkan beragam fitur, penerimaan pasar akan bergantung pada harga, ketersediaan, kemudahan penggunaan, keamanan, serta manfaat nyata yang dirasakan konsumen. Informasi mengenai harga dan rincian ketersediaan di Indonesia belum dapat dipastikan dari pengumuman peluncuran yang tersedia.

Pada akhirnya, Mobo menawarkan gambaran mengenai bagaimana robot berbasis kecerdasan buatan dapat menjadi bagian dari kehidupan keluarga. Kemampuannya dalam berinteraksi, mengingat informasi, dan mengoordinasikan tugas membuka peluang penggunaan baru, tetapi teknologi tersebut tetap perlu melengkapi—bukan menggantikan—peran manusia dalam pendidikan, perawatan, dan hubungan sosial.