7 Game dengan Cerita Membekas

Bagi sebagian pemain, game bukan sekadar soal memenangkan pertandingan, mengalahkan musuh, atau menyelesaikan misi. Ada game yang justru meninggalkan kesan paling kuat setelah tombol terakhir ditekan dan layar kredit mulai berjalan.

Cerita yang kuat dapat membuat pemain mempertanyakan keputusan karakter, memikirkan kembali hubungan antartokoh, bahkan mencari penjelasan tentang makna dari akhir permainan. Tidak jarang, sebuah game baru benar-benar terasa setelah pemain selesai memainkannya.

Berikut tujuh game yang dikenal memiliki cerita kuat dan meninggalkan banyak bahan renungan setelah tamat.

1. Red Dead Redemption 2

Red Dead Redemption 2 menjadi salah satu contoh bagaimana game dapat membangun perjalanan karakter secara perlahan.

Pemain mengikuti Arthur Morgan, anggota geng Van der Linde yang hidup di tengah perubahan besar Amerika pada akhir era koboi. Pada awal permainan, Arthur terlihat sebagai seorang penjahat yang menjalankan perintah kelompoknya.

Namun, perjalanan panjang tersebut secara bertahap memperlihatkan sisi lain karakter Arthur. Hubungannya dengan anggota geng, konflik dengan Dutch, serta berbagai pilihan yang dihadapinya membuat pemain mulai mempertanyakan arti kesetiaan.

Yang membuat ceritanya membekas bukan hanya akhir perjalanan Arthur, tetapi bagaimana game tersebut membangun perubahan karakternya secara bertahap.

Setelah tamat, banyak pemain kemudian melihat kembali berbagai dialog dan keputusan sebelumnya dengan perspektif berbeda.

2. The Last of Us

The Last of Us menawarkan cerita tentang Joel dan Ellie dalam dunia yang telah hancur akibat wabah.

Hubungan keduanya menjadi pusat cerita. Joel yang awalnya hanya bertugas mengantar Ellie perlahan memperlakukannya seperti keluarga sendiri.

Perubahan tersebut menjadi semakin penting menjelang akhir permainan. Tanpa membocorkan terlalu banyak, keputusan yang diambil Joel menciptakan pertanyaan moral besar.

Apakah seseorang berhak mengorbankan banyak orang demi menyelamatkan orang yang dicintainya?

Game ini tidak memberikan jawaban sederhana. Pemain justru dipaksa melihat konsekuensi dari pilihan karakter dan menentukan sendiri bagaimana mereka menilai tindakan tersebut.

Itulah yang membuat ending The Last of Us tetap menjadi bahan diskusi bertahun-tahun setelah game tersebut dirilis.

3. NieR: Automata

NieR: Automata mungkin menjadi salah satu game yang paling membutuhkan kesabaran pemain untuk memahami keseluruhan ceritanya.

Pada awalnya, permainan terlihat seperti kisah peperangan antara android dan mesin. Pemain mengendalikan 2B dan karakter lain dalam konflik yang tampak sederhana.

Namun, semakin jauh perjalanan berlangsung, narasi mulai mempertanyakan konsep manusia, kesadaran, identitas, kehidupan, dan tujuan keberadaan.

Menariknya, cerita NieR: Automata tidak berhenti pada satu kali tamat. Pemain perlu menyelesaikan beberapa bagian permainan untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap mengenai peristiwa yang sebenarnya terjadi.

Karena itu, pengalaman bermainnya lebih mirip membuka lapisan cerita satu per satu.

Setelah menyelesaikannya, pemain mungkin justru memiliki lebih banyak pertanyaan daripada ketika pertama kali memulai permainan.

4. Silent Hill 2

Silent Hill 2 dikenal sebagai salah satu game horor psikologis paling berpengaruh.

Tokoh utamanya, James Sunderland, datang ke Silent Hill setelah menerima surat dari istrinya yang telah meninggal.

Premis tersebut segera membawa pemain ke perjalanan penuh simbol dan misteri. Monster, lingkungan, serta karakter yang ditemui James tidak sekadar berfungsi sebagai elemen horor.

Banyak bagian permainan dapat dibaca sebagai representasi kondisi psikologis dan rasa bersalah karakter utama.

Hal yang menarik adalah ending game dapat berbeda berdasarkan perilaku pemain selama permainan. Akibatnya, akhir cerita tidak hanya bergantung pada satu pilihan dialog, tetapi juga bagaimana pemain berinteraksi dengan dunia game.

Silent Hill 2 meninggalkan kesan kuat karena horornya tidak hanya berasal dari makhluk yang mengejar pemain. Horor terbesar justru berasal dari kenyataan yang perlahan terungkap.

5. SOMA

SOMA membawa pertanyaan filosofis ke dalam permainan horor.

Pemain mengendalikan Simon Jarrett yang terbangun di sebuah fasilitas penelitian bawah laut. Tidak membutuhkan waktu lama bagi pemain untuk menyadari bahwa ada sesuatu yang sangat tidak beres.

SOMA kemudian membawa pemain pada pertanyaan tentang identitas manusia dan kesadaran.

Jika ingatan dan kepribadian seseorang dapat disalin ke sebuah sistem, apakah salinan tersebut masih dapat disebut sebagai manusia?

Pertanyaan tersebut menjadi semakin berat ketika pemain harus menghadapi konsekuensi dari berbagai keputusan.

SOMA tidak hanya ingin membuat pemain takut. Game ini ingin membuat pemain berpikir tentang apa sebenarnya yang membuat seseorang menjadi dirinya sendiri.

Setelah tamat, pertanyaan tersebut bisa tetap melekat karena tidak memiliki jawaban yang mudah.

6. Disco Elysium

Disco Elysium menawarkan pendekatan berbeda terhadap cerita dalam game.

Alih-alih berfokus pada pertarungan, game ini menempatkan dialog, investigasi, dan pengembangan karakter sebagai bagian utama permainan.

Pemain berperan sebagai seorang detektif yang mengalami masalah ingatan ketika mencoba memecahkan sebuah kasus pembunuhan.

Namun, kasus tersebut hanya menjadi pintu masuk. Cerita kemudian berkembang menjadi eksplorasi tentang politik, ideologi, trauma, kegagalan, dan identitas.

Salah satu hal menarik adalah suara-suara dalam pikiran karakter dapat memengaruhi cara pemain melihat dunia. Pilihan dialog juga dapat membentuk kepribadian serta perjalanan sang detektif.

Karena itu, pengalaman setiap pemain bisa terasa berbeda.

Disco Elysium membuktikan bahwa game dengan sedikit aksi pun dapat menghasilkan cerita yang sangat kompleks.

7. Outer Wilds

Outer Wilds menjadi game yang sangat bergantung pada rasa penasaran pemain.

Pemain berperan sebagai seorang penjelajah luar angkasa yang terjebak dalam siklus waktu. Setiap siklus memberi kesempatan untuk menjelajahi planet, menemukan peninggalan peradaban lama, dan mengumpulkan informasi.

Tidak ada sistem level tradisional yang membuat karakter semakin kuat.

Kemajuan utama justru berada di kepala pemain.

Semakin banyak informasi yang ditemukan, semakin jelas hubungan antara berbagai misteri. Pengetahuan yang diperoleh pemain menjadi “alat” utama untuk menyelesaikan permainan.

Hal tersebut membuat pengalaman Outer Wilds sangat berbeda. Setelah mengetahui rahasia tertentu, pemain tidak bisa benar-benar kembali menjadi orang yang tidak tahu.

Ending-nya pun terasa lebih bermakna karena pemain memahami perjalanan yang telah dilakukan.

Game yang Tidak Berakhir di Layar Kredit

Ketujuh game tersebut memiliki pendekatan cerita yang berbeda.

Red Dead Redemption 2 menggunakan perjalanan karakter dan hubungan antartokoh. The Last of Us menghadirkan dilema moral. NieR: Automata mengeksplorasi identitas dan eksistensi. Silent Hill 2 menggunakan horor psikologis.

SOMA mengajak pemain mempertanyakan kesadaran, Disco Elysium membawa tema politik dan kepribadian, sementara Outer Wilds menjadikan pengetahuan sebagai inti perkembangan pemain.

Kesamaan mereka terletak pada satu hal: cerita tidak berhenti ketika game selesai.

Game dengan cerita kuat dapat membuat pemain kembali memikirkan adegan tertentu, keputusan karakter, atau pertanyaan yang sengaja tidak memiliki jawaban mutlak.

Pada akhirnya, pengalaman tersebut menjadi alasan mengapa video game dapat memiliki posisi yang sama kuatnya dengan film atau novel sebagai media bercerita.

Bagi pemain yang mencari game bukan hanya untuk menghabiskan waktu, tujuh judul tersebut dapat menjadi pilihan. Namun, bersiaplah karena setelah tamat, kemungkinan besar justru muncul satu pertanyaan baru: sebenarnya, apa yang ingin disampaikan game tersebut?