Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai masuk lebih dalam ke industri pasar modal Indonesia. PT Indo Premier Sekuritas menjadi salah satu perusahaan yang membawa teknologi tersebut ke dalam aplikasi investasinya melalui peluncuran IPOT X.
Aplikasi ini diperkenalkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, pada Kamis, 24 September 2026. Salah satu fitur yang menjadi perhatian adalah AI Screener, yang memungkinkan investor mencari saham hanya dengan mengetikkan perintah menggunakan bahasa sehari-hari.
Dengan pendekatan tersebut, investor tidak harus memasukkan berbagai parameter saham secara manual. Pengguna cukup menjelaskan kriteria yang diinginkan, kemudian sistem AI menerjemahkan permintaan tersebut dan menyaring saham berdasarkan data yang tersedia.
Cari Saham Lewat Bahasa Sehari-hari
Selama ini, proses penyaringan saham biasanya mengharuskan investor memahami berbagai indikator fundamental maupun teknikal. Investor perlu menentukan sejumlah filter, mulai dari harga, valuasi, pertumbuhan pendapatan, volume transaksi, hingga indikator teknikal.
IPOT X mencoba menyederhanakan proses tersebut melalui AI Screener.
Misalnya, pengguna ingin mencari saham dengan karakteristik tertentu. Alih-alih memilih satu per satu filter yang tersedia dalam aplikasi, pengguna dapat menyampaikan kriterianya melalui perintah berbasis bahasa natural.
AI kemudian memproses permintaan tersebut dan mencari kandidat saham yang sesuai.
Menurut Indo Premier, sistem AI pada IPOT X mengintegrasikan lebih dari 1.100 metrik pasar. Data tersebut digunakan untuk membantu menyusun informasi pasar sehingga investor dapat melihat konteks yang lebih luas sebelum mengambil keputusan.
Konsep ini menjadi salah satu perubahan utama yang dibawa IPOT X. AI tidak hanya ditempatkan sebagai fitur tambahan, tetapi menjadi bagian dari sistem analisis di dalam platform.
Bukan Sekadar Penyaring Saham
IPOT X tidak berhenti pada fitur pencarian saham. Indo Premier juga menghadirkan sejumlah perangkat berbasis AI untuk membantu investor membaca kondisi pasar dari berbagai sudut.
Salah satunya adalah AI Stock Comparison yang dapat digunakan untuk membandingkan hingga lima saham sekaligus. Fitur ini memungkinkan investor melihat perbedaan sejumlah emiten dalam satu tampilan sebelum melakukan analisis lebih lanjut.
Ada pula AI Inferencing yang melakukan pemeriksaan silang terhadap berbagai indikator, termasuk harga, volume transaksi, trade flow, smart money, fundamental, dan valuasi.
Untuk investor yang lebih banyak menggunakan analisis teknikal, IPOT X menyediakan Market Radar dan Technical Reading. Keduanya dirancang untuk membantu membaca pergerakan pasar, termasuk tren, support, resistance, moving average, RSI, serta pivot.
Sementara itu, fitur Pattern Recognition digunakan untuk mengenali pola teknikal. Sistem kemudian dapat mengaitkan pola tersebut dengan data harga, volume, aktivitas investor asing, serta indikator arus dana.
IPOT X juga memiliki AI Technical Radar yang memindai pasar untuk mencari sejumlah pola atau setup teknikal, seperti breakout, divergence, dan bottom reversal.
AI Juga Membaca Arus Dana
Salah satu aspek lain yang dibawa IPOT X adalah kemampuan untuk membantu investor membaca arus dana di pasar.
Melalui AI Trade Flow, pengguna dapat melihat informasi historis arus transaksi. Indo Premier menyebut fitur tersebut memiliki data historis hingga 10 tahun.
Informasi semacam ini dapat menjadi bagian dari proses analisis investor ketika mencoba memahami aktivitas perdagangan sebuah saham.
IPOT X juga mengadopsi konsep multi-agent AI. Dalam pendekatan tersebut, sejumlah agen AI digunakan untuk menangani aspek analisis yang berbeda, termasuk teknikal, fundamental, dan arus dana.
Data pasar pada sistem tersebut disebut diperbarui setiap menit sehingga investor dapat memperoleh informasi yang lebih aktual ketika melakukan pemantauan.
Konsep AI-Native Intelligence
Indo Premier menyebut teknologi yang digunakan IPOT X sebagai AI-Native Intelligence. Konsep ini diarahkan untuk mengubah data pasar yang kompleks menjadi informasi yang lebih mudah dipahami investor.
Perusahaan memperkenalkan sejumlah pendekatan seperti Think Smarter, See Deeper, Read Clearly, serta Discover, Monitor & Compare.
Tujuannya adalah mengurangi pekerjaan analitis yang harus dilakukan secara manual sehingga investor dapat lebih fokus memahami informasi yang tersedia.
President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas Moleonoto The mengatakan pasar saham akan tetap memiliki kompleksitas dan risiko. Menurutnya, teknologi dapat mengambil sebagian pekerjaan analitis, tetapi tidak menghilangkan risiko tersebut.
Dengan demikian, posisi AI dalam IPOT X lebih diarahkan sebagai alat bantu analisis, bukan pengganti investor.
Keputusan Jual Beli Tetap di Tangan Investor
Kehadiran AI dalam aplikasi investasi juga memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana teknologi dapat mengambil keputusan transaksi.
Indo Premier menegaskan bahwa IPOT X tidak mengambil keputusan jual atau beli saham atas nama pengguna. Sistem juga tidak dirancang untuk menjanjikan keuntungan atau memprediksi harga saham secara pasti.
Artinya, hasil penyaringan dan analisis dari AI tetap perlu dipahami serta dievaluasi oleh investor sebelum digunakan sebagai bagian dari keputusan investasi.
Hal tersebut penting karena data pasar saham dapat berubah dengan cepat. Kondisi fundamental perusahaan, sentimen pasar, kebijakan ekonomi, kondisi global, hingga faktor lain dapat memengaruhi pergerakan harga.
AI dapat membantu mengolah informasi dalam jumlah besar, tetapi hasil analisis tetap memiliki keterbatasan.
Menyasar Investor Pemula hingga Berpengalaman
IPOT X diperkenalkan untuk investor dengan berbagai tingkat pengalaman. Bagi investor yang sudah terbiasa melakukan analisis, fitur AI dapat digunakan untuk mempercepat proses penyaringan dan perbandingan data.
Sementara bagi investor pemula, pendekatan bahasa natural dapat membuat proses pencarian saham terasa lebih sederhana dibandingkan harus memahami seluruh indikator sejak awal.
Namun, kemudahan menggunakan AI tidak otomatis berarti seseorang memahami risiko investasi. Investor tetap perlu memahami profil risiko, kondisi perusahaan, tujuan investasi, serta karakteristik instrumen yang dipilih.
Teknologi dapat mengurangi pekerjaan teknis dalam mengolah data, tetapi literasi investasi tetap menjadi bagian penting dalam proses pengambilan keputusan.
AI Mulai Mengubah Cara Investor Membaca Pasar
Peluncuran IPOT X menunjukkan bagaimana AI mulai digunakan bukan hanya untuk chatbot atau produktivitas, tetapi juga untuk membantu pekerjaan analitis di pasar modal.
Dengan kemampuan memproses lebih dari 1.100 metrik, membandingkan saham, membaca pola teknikal, memantau arus dana, hingga memahami permintaan menggunakan bahasa sehari-hari, IPOT X mencoba membuat proses analisis menjadi lebih terintegrasi.
Meski demikian, perkembangan tersebut tetap menempatkan investor sebagai pengambil keputusan akhir. AI berfungsi membantu menemukan dan menyusun informasi, sementara keputusan investasi beserta risikonya tetap berada pada pengguna.
Bagi industri sekuritas, pendekatan ini memperlihatkan arah baru pemanfaatan AI di pasar modal Indonesia. Bagi investor, kehadiran teknologi tersebut memberi pilihan baru untuk mengolah data pasar yang semakin kompleks tanpa harus melakukan seluruh proses secara manual.



