Perkembangan teknologi robotika kembali menghadirkan inovasi dengan desain yang tidak biasa. Sebuah robot berbentuk mirip centaur, makhluk dalam mitologi Yunani yang memiliki tubuh manusia dan bagian bawah menyerupai kuda, diperkenalkan untuk menjalankan berbagai pekerjaan di lingkungan industri yang berbahaya.
Robot tersebut dikembangkan oleh perusahaan robotik China, Run Robotics, dan dipamerkan dalam ajang World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai. Berbeda dari robot humanoid yang umumnya menggunakan dua kaki, robot ini menggabungkan sistem roda pada bagian bawah dengan sepasang lengan robot di bagian atas.
Konsep tersebut dirancang bukan sekadar untuk menarik perhatian dari sisi tampilan. Kombinasi mobilitas roda dan kemampuan manipulasi lengan membuat robot ini ditujukan untuk menjalankan tugas yang membutuhkan pergerakan cepat sekaligus kemampuan berinteraksi dengan benda di sekitarnya.
Mengusung Desain Mirip Centaur
Dari bentuknya, robot ini terlihat berbeda dari kebanyakan robot humanoid yang saat ini dikembangkan berbagai perusahaan teknologi.
Bagian bawah robot menggunakan empat roda yang berfungsi sebagai sistem pergerakan utama. Sementara bagian atasnya dilengkapi dua lengan robot yang dapat digunakan untuk melakukan berbagai aktivitas.
Desain tersebut membuat robot memiliki karakteristik seperti centaur. Namun, dalam konteks teknologi, bentuk ini lebih diarahkan untuk menggabungkan kelebihan kendaraan beroda dengan kemampuan robot manipulator.
Robot berkaki atau beroda memiliki keuntungan tersendiri ketika digunakan pada lingkungan tertentu. Sistem roda memungkinkan pergerakan dilakukan secara lebih cepat dan stabil dibandingkan robot yang harus berjalan menggunakan dua kaki.
Pada saat yang sama, dua lengan robot memungkinkan perangkat melakukan pekerjaan yang tidak dapat dilakukan kendaraan otomatis biasa.
Run Robotics menyebut platform tersebut sebagai robot hibrida roda-kaki. Perusahaan juga menyatakan sekitar 95 persen komponen robot diproduksi di dalam negeri China.
Dirancang untuk Lingkungan Berisiko
Salah satu alasan robot ini dikembangkan adalah kebutuhan industri terhadap perangkat yang mampu bekerja di lokasi dengan risiko tinggi bagi manusia.
Robot tersebut dapat diarahkan untuk melakukan inspeksi di fasilitas minyak dan gas, kawasan pertambangan, pabrik baja dengan suhu tinggi, hingga lingkungan yang memiliki paparan radiasi.
Dalam kondisi seperti itu, penggunaan robot dapat membantu mengurangi kebutuhan manusia untuk masuk secara langsung ke area berbahaya. Robot dapat dikirim lebih dahulu untuk memeriksa kondisi lingkungan, membawa peralatan, atau menjalankan tugas tertentu.
Platform ini juga dirancang memenuhi standar antiledakan sehingga dapat digunakan pada lingkungan industri tertentu yang membutuhkan perlindungan tambahan terhadap risiko ledakan.
Kemampuan semacam ini menjadi semakin penting seiring industri mencari metode baru untuk meningkatkan keselamatan pekerja. Robot tidak selalu dimaksudkan untuk menggantikan manusia, tetapi dapat ditempatkan sebagai perangkat yang mengambil alih pekerjaan dengan tingkat risiko tinggi.
Bisa Membawa Beban hingga 210 Kilogram
Selain kemampuan bergerak, robot centaur tersebut juga memiliki kemampuan membawa beban yang cukup besar.
Menurut CEO Run Robotics Zhou Bin, robot dapat membawa beban sekitar 100 hingga 120 kilogram ketika sedang beroperasi. Sementara dalam kondisi diam, platform tersebut diklaim mampu menopang beban hingga 210 kilogram.
Kemampuan tersebut membuka peluang penggunaan robot dalam berbagai pekerjaan industri. Misalnya, robot dapat membawa perlengkapan inspeksi, peralatan kerja, atau material tertentu menuju lokasi yang sulit dijangkau manusia.
Platformnya juga dibuat dengan konsep modular. Artinya, konfigurasi robot dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan pekerjaan.
Salah satu perlengkapan yang dapat digunakan adalah sepasang lengan robot. Robot juga dapat dibekali tangan dengan kemampuan menggenggam secara presisi serta sensor gaya multidimensi.
Konsep modular menjadi penting karena kebutuhan setiap sektor industri berbeda. Robot yang digunakan di pertambangan, misalnya, tidak selalu membutuhkan perangkat tambahan yang sama dengan robot untuk fasilitas minyak dan gas.
Mengandalkan Sensor dan AI
Kemampuan robot untuk bekerja secara mandiri juga didukung sistem persepsi lingkungan berbasis kecerdasan buatan atau AI.
Robot tersebut menggunakan kombinasi LiDAR, kamera stereo, dan kamera kedalaman untuk memahami lingkungan di sekitarnya. Sistem tersebut memungkinkan robot mendeteksi berbagai objek dan kondisi di area kerja.
Objek yang dapat dikenali mencakup pipa bersuhu tinggi, katup, alat ukur, rintangan, hingga manusia.
Informasi dari berbagai sensor kemudian dapat digunakan untuk menentukan posisi objek, merencanakan jalur perjalanan, serta menghindari rintangan. Dengan kemampuan tersebut, robot berpotensi menjalankan sejumlah pekerjaan dengan intervensi operator yang lebih terbatas.
Penerapan AI pada robot industri memang menjadi salah satu perkembangan penting dalam beberapa tahun terakhir. Robot tidak lagi hanya menjalankan gerakan yang sudah diprogram secara kaku, tetapi mulai diarahkan agar mampu memahami kondisi lingkungan dan menyesuaikan tindakan.
Meski demikian, tingkat otonomi sebenarnya tetap bergantung pada sistem yang digunakan, lingkungan kerja, serta prosedur keselamatan masing-masing industri.
Tidak Hanya untuk Inspeksi
Kemampuan robot centaur tidak berhenti pada aktivitas inspeksi. Dengan keberadaan dua lengan robot, perangkat tersebut dapat melakukan pekerjaan fisik tertentu.
Robot dapat digunakan untuk memindahkan rintangan, mengoperasikan peralatan, serta membantu proses penyelamatan dalam kondisi darurat.
Fungsi tersebut membuat desain robot menjadi menarik karena satu perangkat dapat menggabungkan kemampuan mobilitas dan manipulasi.
Robot inspeksi konvensional umumnya memiliki kamera dan sensor sebagai perangkat utama. Sementara robot dengan lengan dapat melakukan tindakan langsung terhadap objek yang ditemukan.
Sebagai contoh, ketika sistem mendeteksi sebuah katup atau perangkat tertentu, lengan robot berpotensi digunakan untuk melakukan interaksi dengan komponen tersebut. Tentu saja, kemampuan aktualnya akan bergantung pada konfigurasi lengan, sensor, perangkat lunak, dan sistem kontrol yang digunakan.
Menuju Produksi Massal
Run Robotics menyatakan lini perakitan massal robot centaur tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada kuartal IV 2026. Perusahaan juga mengklaim telah menerima sejumlah pesanan dari pelanggan, meski identitas maupun jumlah pelanggan tidak diungkapkan.
Jika rencana tersebut berjalan sesuai jadwal, robot centaur berpotensi menjadi salah satu contoh penerapan robotika hibrida untuk sektor industri.
Perkembangan ini juga menunjukkan bahwa desain robot tidak harus selalu mengikuti bentuk manusia. Untuk pekerjaan tertentu, bentuk humanoid mungkin memberikan fleksibilitas, tetapi konfigurasi roda dan lengan dapat menjadi pilihan yang lebih sesuai.
Persaingan Robotika China Semakin Ketat
Kehadiran robot centaur juga berlangsung di tengah perkembangan industri robotika China yang semakin pesat.
Menurut data yang dikutip dalam laporan tersebut, Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China menyebut lebih dari 400 model robot humanoid telah dikembangkan di negara tersebut. Jumlah tersebut disebut mencakup lebih dari separuh total robot humanoid di dunia.
Tidak hanya humanoid, perusahaan China juga mengembangkan robot berkaki empat, robot industri, hingga platform otonom untuk berbagai kebutuhan.
Robot centaur dari Run Robotics menjadi contoh bahwa pengembangan robot mulai bergerak ke arah desain yang lebih spesifik berdasarkan kebutuhan pekerjaan.
Dengan empat roda sebagai sistem mobilitas, dua lengan untuk melakukan manipulasi, serta sensor berbasis AI untuk memahami lingkungan, robot tersebut menawarkan pendekatan berbeda dalam menghadapi tantangan otomasi industri.
Pada akhirnya, keberhasilan teknologi ini akan sangat ditentukan oleh kemampuan robot bekerja secara aman, andal, dan ekonomis di kondisi nyata. Jika mampu memenuhi kebutuhan tersebut, robot dengan bentuk tidak biasa seperti centaur berpotensi menjadi bagian dari ekosistem otomasi industri masa depan.



